Jumat, 28 Januari 2022

Pengukuran Tekanan Darah (skripsi dan tesis)


a. Prosedur pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer
manual (Susilo, 2013 dalam Suri, 2017) :
1) Responden duduk rileks dan tenang sekitar 5 menit.
2) Pemeriksa menjelaskan manfaat dari rileks, agar nilai tekanan darah
saat pengukuran tersebut dihasilkan nilai yang stabil.
3) Pasangkan manset pada salah satu lengan dengan jarak sisi manset
paling bawah 2,5 cm dari siku kemudian rekatkan dengan baik.
4) Tangan responden diposisikan di atas meja dengan posisi telapak
tangan terbuka keatas dan sejajar dengan jantung.
5) Lengan yang terpasang manset harus bebas dari lapisan apapun.
13
6) Raba nadi pada lipatan lengan, lalu pompa alat hingga denyut nadi
tidak teraba kemudian dipompa kembali sampai tekanan meningkat 30
mmHg.
7) Tempelkan stetoskop pada perabaan denyut nadi, lepaskan pemompa
perlahan-lahan dan dengarkan bunyi denyut nadi tersebut.
8) Catat tekanan darah sistolik yaitu nilai tekanan ketika denyut nadi
yang pertama kali terdengar dan tekanan darah diastolik ketika bunyi
denyut nadi sudah tidak terdengar.
9) Pengukuran sebaiknya dilakukan 2 kali dengan selang waktu 2 menit.
Jika terdapat perbedaan hasil pengukuran sebesar 10 mmHg atau lebih
lakukan pengukuran untuk ke 3 kalinya.
10) Apabila responden tidak mampu duduk, pengukuran dapat dilakukan
dengan posisi baring, kemudian catat kondisi tersebut di lembar
catatan.

a. Persiapan Sphygmomanometer Sebelum Digunakan
1) Pasang dengan rapat manset atau sabuk tensimeter pada lengan kiri atas
pasien.
2) Tempatkan stetoskop pada telinga terapis.
3) Pastikan kepala stetoskop dalam posisi terbuka (on).
4) Cara memastikannya dengan mengetuk secara perlahan-lahan pada area
sensor kepala stetoskop.
5) Jika terdengar bunyi, maka stetoskop dalam kondisi on.
6) Cari denyut nadi atau arteri brakhialis di bagian siku dalam lengan kiri
pasien.
7) Biarkan lengan nyaman, kemudian letakkan kepala stetoskop pada
denyut nadi atau arteri tadi (gunakan tangan kiri).
8) Pastikan katup kantung tekanan dalam keadaan tertutup (dengan
memutar skrup searah jarum jam sampai rapat).
b. Persiapan Pasien
Sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah, berikut beberapa
persiapan yang perlu dilakukan oleh pasien (Potter, 1994) :
1) Beritahu pasien untuk menghindari latihan dan merokok selama 30
menit sebelum pengukuran.
15
2) Jelaskan prosedur dan buatlah pasien istirahat sedikitnya 5 menit
sebelum pengukuran.
3) Pastikan bahwa ruangan hangat dan terang. Buatlah pasien dalam
kondisi duduk.
4) Tentukan sisi anatomik terbaik untuk pengukuran tekanan darah, seperti
hindari lengan di sisi dimana telah dilakukan operasi payudara atau
ketiak dan pengangkatan jaringan limfe.
5) Hindari lengan atau tangan yang mengalami trauma, penyakit atau ila
lengan bawah telah diamputasi atau tetutup gips atau balutan yang
keras

Tidak ada komentar: