Rabu, 12 Januari 2022

Pengaruh Quality Feedback terhadap Kinerja Kualitas (skripsi dan tesis)


Feedback merupakan salah satu komponen yang dapat meningkatkan
kualitas jasa dan pelayanan secara kontinu.Feedback kinerja dipikirkan untuk
memenuhi beberapa fungsi dan biasanya menunjukkan pada informasi mengenai 
sebuah tingkatan kinerja atau cara dan efisiensi dimana proses kinerja dilakukan
(bertha, dkk. 2009).
Dengan adanya evaluasi dan koreksi secara rutin berdasarkan feedback
yang diterima oleh semua pihak, maka semua program yang telah direncanakan
akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan operasional perusahaan
dimasa yang akan datang. Salman, dkk (2009) menjelaskan bahwa feedback
terhadap kinerja diperlukan untuk memungkinkan para karyawan menentukan
hubungan antara perilaku mereka sendiri dengan outcomes dari kegiatan
operasional.Manajer sebaliknya memberikan feedback atau umpan balik harian
atau tahunan kepada para karyawannya, sehingga karyawan yang kinerjanya tidak
sesuai dengan standar dapa segera memperbaiki kinerjanya. Dalam hubungan
feedback dengan kinerja kualitas produk jasa dan pelayanan dapat dilihat dalam
pemberian informasi yang dapat memberikan suatu dasar untuk mendeteksi
kesalahan dan petunjuk untuk perbaikan kualitas.
Menurut Agus Dharma (2003:190) “umpan balik yang didasarkan pada
kualitas (quality feedback) bertujuan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.
Umpan balik menyediakan informasi yang membantu upaya mengubah atau
memperbaiki bentuk proses dalam mencapai kualitas keluaran yang lebih baik
atau lebih tinggi”. Adanya kecenderungan yang tinggi pada manajer untuk
memberikan kepada karyawan, suatu informasi sebagai umpan balik mengenai
operasional perusahaan maupun kinerja individu dan kelompok. Dengan umpan
balik, diharapkan para karyawan akan menggunakannya untuk memecahkan
61
permasalahan kinerja (Dean dan Evans, 1994; Lawler, 1998) dalam Yuli
Chomsatu (2006:47).
Umpan balik kinerja dari para karyawan sangat dibutuhkan, hal ini untuk
memungkinkan mereka dalam menentukan hubungan antara perilaku yang
ditujukan oleh karyawan dengan produksi yang dihasilkan (Barker, 1988) dalam
(salman dan Gudono, 2006). Para pekerja akan menerima dan menggunakan
sejumlah umpan balik yang menajdi pokok pemeriksaan terbaru (Renn dan Fedor,
2001) dalam (Yuli Chomsatu, 2006:48). Dalam kaitannya dengan pengaruh
perilaku karyawan, umpan balik dapat memotivasi secara ekslusif. Berdasarkan
informasi mengenai kinerja karyawan, akan memberikan kejelasan peran atas
tugas yang harus dilakukannya (Kluger dan De Nisi (1996); Earley et al. (1990);
Bandura (1986) dalam (Salman dan Gudono, 2006). Pada beberapa penelitian
mengenai perilaku organisasional, ditunjukkan bahwa umpan balik akan
membantu mempromosikan tugas yang berorientasi pada perilaku (Ashford dan
Cummings 1983; Ilgen et, al. 1979) dalam (Salman dan Gundono, 2006).
Ketepatan nonkeuangan dari kualitas umpan balik pada manejemen manufaktur
menurut Kaplan (1983); Howell dan Soucy (1987) dalam (Yuli Chomsatu,
2006:48), dinyatakan bahwa ketepatan waktu dan relevansi umpan balik operasi,
merupakan hal penting bagi kualitas manajemen dari waktu kewaktu.
Renn dan Fedor (2001) menjelaskan bahwa:
“Para pekerja akan menerima dan menggunakan sejumlah umpan balik
yang menjadi pokok pemeriksaan terbaru.Pokok pemeriksaan tersebut
adalah pemeriksaan mengenai kinerja kualitas yang dihasilkan para
pekerja”.

Tidak ada komentar: