Rabu, 12 Januari 2022

Keterbatasan Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi dan tesis)


Patut disadari sebaik apapun manajemen merancang suatu sistem
pengendalian manajemen dalam organisasi, kelemahan atau keterbatasan dapat
terjadi.Kunci utamanya ada pada manusia.
Beberapa keterbatasan yang dapat diidentifikasikan menurut Thomas
Sumarsan (2013:5) sebagai berikut:
“1. Kurang Matangnya Suatu Pertimbangan
Efektivitas pengendalian selalu dibatasi oleh adanya keterbatasan
manusia dalam pengambilan keputusan. Suatu keputusan diambil
oleh manajer umumnya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
yang ada pada saat itu, antara lain informasi yang tersedia.
Keterbatasan waktu dan beberapa variabellain baik internal maupun
eksternal (lingkungan). Dalam kenyataannya, sering dijumpai bahwa
beberapa keputusan yang diambil memberikan hasil yang kurang
efektif dibandingkan dengan yang diharapkan.Keterbatasan ini
merupakan keterbatasan alami yang dihadapi oleh para manajer.
2. Kegagalan Menjalankan Perintah
Sekalipun, sistem pengendalian manajemen telah dirancang dengan
sebaik-baiknya, namun kegagalan dapat terjadi yang disebabkan 
adanya pegawai yang salah menjalankan perintah dari pimpinan
(salah komunikasi).Kesalahan dalam menjalankan sautu perintah
dapat di sebabkan dari ketidaktahuan atau kecerobohan pegawai
yang bersangkutan.Kegegalan dapat menjadi lebih serius jika
kesalahan komunikasi (miscommunication) dilakukan oleh seorang
pimpinan.
3. Pengabaian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen dapat berjalan efektif jika semua
pihak atau unsur dalam organisasi mulai dari tingkat manajemen
tertinggi hingga karyawan terendah melaksanakan tugas dan
fungsinya sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.
Meskipun suatu organisasi memiliki sistem pengendalian yang
memadai, pengendalian tersebut tidak akan dapat mencapai
tujuannya jika staf atau bahkan seorang pimpinan mengabaikan
pengendalian. Istilah “pengendalian manajemen” ditunjukan pada
tindakan manajemen yang mengabaikan pengendalian dengan tujuan
untuk kepentingan pribadi atau untuk meningkatkan penyajian
kondisi laporan kegiatan dan kinerja organisasi yang bersangkutan.
4. Adanya Kolusi
Kolusi merupakan ancaman besar dari pengendalian yang efektif.
Pemisahan tugas (segregation of duties) telah dilakukan namun jika
manusianya melakukan suatu kerja sama untuk kepentingan pribadi
atau kepentingan tertentu selain organisasi, maka pengendalian yang
sebaik apapun tidak akan dapat mendeteksi atau mencegah
terjadinya suatu tindakan yang merugikan organisasi. Sebagai
contoh, konsultan pengawas atas suatu kegiatan pembangunan
pabrik kelapa sawit melakukan kolusi dengan pihak penyedia barang
dan jasa yang melaksanakan pembangunan dengan cara memberikan
peluang terjadinya penyimpangan dalam spesifikasi. Hal ini dapat
terjadi jika staf dalam pabrik tersebut tidak komitmen sehingga
melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan dan mungkin fatal
untuk rekan kerja yang lain, karena pemakaian bahn bangunan yang
tidak sesuai dengan spesifikasi”.

Tidak ada komentar: