Sistem hidrologi kadang-kadang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa yang
luar biasa(ekstrim), seperti hujan lebat, banjir dan kekeringan. Besaran peristiwa
ekstrim berbanding terbalik dengan frekuensi kejadiannya, peristiwa yang ekstrim
kejadiannya sangat langkah.
Analisa frekuensi merupakan prakiraan, dalam arti probabilitas untuk
terjadnya suatu peristiwa hidrologi dalam bentuk hujan rencana yang sebagai
fungsi dasar perhitungan perencanaan hidrologi untuk antisipasi setiap
kemungkinan yang akan terjadi.
Analisis frekuensi diperlukan data hujan yang diperoleh dari pos penakar
hujan, baik yang manual maupun yang otomatis. Analisis frekuensi ini didasarkan
pada sifat statistik data kejadian yang telah lalu untuk memperoleh probabilitas
besaran hujan dimasa yang akan datang. Dengan anggapan bahwa sifat statistik
kejadian hujan yang akan datang masih sama dengan sifat statistik kejadian hujan
masa lalu. Ada 2 macam seri data yang digunakan dalam analisis frekuensi, yaitu :
a. Data maksimum hujan tahunan
Data ini diambil setiap tahun dengan satu besaran maksimum yang dianggap
berpengaruh pada analisis selanjutnya.
b. Seri parsial
Dengan menetapkan suatu besaran tertentu sebagai batas bawah, selanjutnya
semua besaran data yang lebih besar dari batas bawah tersebut diambil dan
dijadikan bagian seri data untuk kemudian dianalisis.
Dalam analisis frekuensi, hasil yang diperoleh tergantung pada kualitas
dan panjang data. Makin pendek data yang tersedia, makin besar penyimpanan
yang terjadi. Dalam ilmi statistik dikenal beberapa macam distribusi frekuensi dan
empat jenis distribusi yang banyak digunakan dalam bidang hidrologi adalah :
1) Distribusi Normal
2) Distribusi Log Normal
3) Distribusi Gumbel
4) Distribusi Log Pearson Type III
Senin, 03 Januari 2022
Analisis Frekuensi (Skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar