Sabtu, 18 Desember 2021

Definisi Laba (skripsi dan tesis)


Laba merupakan salah satu komponen yang seringkali dianggap penting
dan menjadi perhatian bagi para pemegang saham dan calon investor. Laba juga
sebagai salah satu komponen terpenting yang dapat membantu mereka dalam
mengambil keputusan. Menurut Harahap (2011:298) pengertian laba dapat dibagi
menjadi empat yaitu laba menurut ilmu ekonomi, laba menurut fiskus, laba
menurut akuntansi dan laba menurut perhitungan zakat. Pengertian laba menurut
ilmu ekonomi yaitu jumlah maksimum yang dapat dikonsumsikan pada periode
tertentu dan dapat mempertahankan modalnya yang tidak berkurang sama seperti
saldo awal. Laba menurut konsep akuntansi (accounting income) adalah
perbedaan antara revenue yang direalisasi dan timbul dari transaksi pada periode
tertentu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu.
Laba atau income dalam konteks akuntansi atau pelaporan keuangan dan
perpajakan juga berbeda. Istilah income dalam perpajakan diartikan sebagai
jumlah kotor sehingga diterjemahkan sebagai penghasilan sebagaimana digunakan
dalam Standar Akuntansi Keuangan. Sedangkan dalam konteks akuntansi income
sering disebut sebagai jumlah bersih. Secara umum laba dapat diartikan sebagai
pendapatan dikurangi dengan biaya, hal ini tidak didefinisikan secara terpisah dari
pengertian pendapatan dan biaya. Laba dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni
sustanaible earnings dan unusual earnings. Sesuai dengan penelitian saat ini,
persistensi laba merupakan laba yang mempunyai kemampuan sebagai indikator
laba pada periode yang akan datang (future earnings)yang dilakukan secara 
berulang dan berkelanjutan (sustainable). Unusual earnings atau transitory
earnings merupakan laba yang temporer dan tidak dihasilkan secara berulang
sehingga laba ini tidak dapat dijadikan sebagai indikator penentu untuk laba pada
periode mendatang. Persistensi laba merupakan suatu ukuran yang menjelaskan
kemampuan perusahaan untuk dapat mempertahankan jumlah laba yang diperoleh
saat ini sampai masa mendatang. Persistensi laba juga sebagai pertimbangan
kualitas laba, karena memiliki nilai prediksi

Tidak ada komentar: