(Samsul, 2006:201) Kenaikan tingkat bunga memiliki dampak negative terhadap
setiap emiten, karena akan meningkatkan beban bunga kredit dan menurunkan
laba bersih. Penurunan Laba bersih akan mengakibatkan laba persaham menurun
dan akhirnya akan berakibat turunnya harga saham di pasar. Disisi lain naiknya
suku bunga akan mendorong investor untuk menjual saham dan kemudian
menabung hasil penjualan itu ke deposito. Penjualan saham secara besarbesaran akan menjatuhkan harga saham di pasar. Oleh karena itu kenaikan suku
bunga akan mengakibatkan turunnya harga saham.
Sebaliknya, penurunan tingkat bunga akan menaikan harga saham
dipasar dan laba bersih per saham, sehingga mendorong harga saham meningkat.
Penurunan bunga deposito akan mendorong investor mengalihkan investasinya
dari perbankan ke pasar modal. Investor akan memborong saham sehingga harga
saham terdorong naik akibat meningkatnya permintaan saham.
(Cahyono, 2000:117) Terdapat dua penjelasan mengapa suku bunga
dapat mendorong harga saham kebawah. Pertama kenaikan suku bunga
mengubah peta hasil investasi. Kedua kenaikan suku bunga akan memotong laba
perusahaan. Hal ini terjadi dengan dua cara. Kenaikan suku bunga akan
meningkatkan beban bunga emiten,sehingga labanya bias terpangkas. Selain itu
ketika suku bunga tinggi, biaya produksi akan meningkat dan harga produk akan
lebih mahal sehingga konsumen mungkin akan menunda pembeliannya dan
menimpan dananya di bank. Akibatnya penjualan perusahaan menurun.
Penurunan penjualan perusahaan dan laba akan menekan harga saham.
Penelitian yang dilakukan oleh Meta (2005) menunjukkan bahwa tingkat suku
bunga berpengaruh secara signifikan negatif terhadap return saham dan Sodikin
(2007) menyatakan secara parsial tingkat suku bunga berpengaruh signifikan
terhadap return saham.
Senin, 04 Oktober 2021
Pengaruh BI Rate Terhadap Harga Saham (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar