Senin, 04 Oktober 2021

Jenis-jenis Harga Saham (skripsi dan tesis)


Kurnianto (2013;44) ada beberapa sudut pandang untuk membedakan jenis-jenis
saham yaitu:
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim.
a. Saham Biasa (Common Stock)
Saham yang menempatkan pemiliknya berada diurutan paling akhir
terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila
perusahaan dilikuidasi.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham yang memliki karakteristik gabungan obligasi dan saham biasa,
karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi) tetapi
bisa juga tidak mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor.
2. Dilihat dari cara peralihan saham.
a. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah
dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum,
siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah yang diakui sebagai
pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara
peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
3. Ditinjau dari kinerja perdagangan
a. Blue Chip Stocks
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi sebagai
leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten
dalam membayar dividen.
b. Income Stocks
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen
yang lebih tinggi dari rata-rata yang mampu dibayarkan oleh perusahaan
lain sejenis. Emiten seperti ini biasanya menciptakan pendapatan yang lebih
tinggi dan secara teratur mampu membayarkan dividen tunai. Emiten ini
tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi pertumbuhan
harga saham.
c. Growth Stocks (well-known)
Saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang
tinggi sebagai leader di industri sejenis yang memiliki reputasi tinggi.
Selain itu terdapat juga Growth Stocks (lesser known), yaitu saham dari
emiten yang tidak sebagai leader dalam industri namun memiliki ciri
Growth Stocks.
d. Speculative Stocks
Saham perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh
penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan
penghasilan tinggi dimasa mendatang.
e. Counter Cyclical Stocks
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi
bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi,
dimana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagaimana
akibat dari kemampuan emiten memperoleh penghasilan yang tinggi pada
masa resesi. Emiten seperti ini biasanya bergerak dalam produk yang sangat
atau selalu dibutuhkan masyarakat seperti rokok.
f. Cyclical Stocks
Saham emiten yang mempunyai masa kemakmuran pada masa-masa
tertentu saja. Misalnya, perusahaan yang memproduksi perlengkapan
sekolah, menjelang tahun ajaran baru dimulai, perusahaan yang
memproduksi perlengkapan sekolah akan kebanjiran pesanan. Begitu juga
dengan perusahaan yang memproduksi seragam sekolah.
g. Junk Stocks
Saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang tidak memiliki manajemen
yang baik dan seringkali mengalami kerugian.Perusahaan seperti ini
memiliki uang yang banyak dan tidak memiliki produk yang berprospek
cerah. Kalaupun pernah membagikan dividen jumlahnya kecil dan
seringkali dilakukan karena dipaksa akibat adanya peraturan

Tidak ada komentar: