Menurut Nopirin (2000) inflasi menurut sifatnya
sebagai berikut:
a. Inflasi tinggi (hyper inflation) yaitu inflasi yang
cukup parah, yang ditandai dengan nilai uang yang
merosot tajam, perputaran uang makin cepat dan
harga naik secara cepat dan besar.
b. Inflasi menengah (galloping inflation) ditandai
dengan kenaikan harga yang cukup cepat dan
kadangkala berjalan dalam waktu relatif pendek.
Menurut Samuelson (1998) dalam Muliana (2014)
berdasarkan sifatnya inflasi dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Inflasi Merayap (Creeping Inflation)
Laju inflasi rendah yaitu kurang dari 10% pertahun.
b. Inflasi Menengah (Golloping Inflation)
Laju inflasi di tandai dengan kenaikan harga yang
cukup besar dan berjalan dalam waktu yang relatif
pendek.
c. Inflasi Tinggi (Hyper Inflation)
Inflasi yang paling parah, ditandai dengan kenaikan
harga sampai 5 atau 6 kali dan nilai uang merosot
tajam.
Berdasarkan dua referensi di atas dapat disimpulkan
bahwa inflasi berdasarkan jenis nya ada 3 yaitu inflasi
merayap, menengah dan tinggi. Inflasi merayap nilainya
kurang dari 10%, sedangkan inflasi menegah ditandai dengan
kenaikan harga yang cukup besar dalam jangka waktu
singkat. Inflasi tinggi merupakan inflasi yang paling parah
ditandai dengan nilai uang yang merosot tajam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar