Teori perilaku rencanaan (theory of planned behavior atau TPB)
merupakan pengembangan lebih lanjut dari theory of reasoned action (TRA).
Ajzen (1988) menambahkan sebuah konstruk yang belum ada di TRA. Konstruk
ini disebut dengan kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control).
Konstruk ini ditambahkan di TPB untuk mengontrol perilaku individual yang
dibatasi oleh kekurangan-kekurangannya dan keterbatasan-keterbatasan dari
kekurangan sumber-sumber daya yang digunakan untuk melakukan perilakunya
(Jogiyanto, 2007:61).
Dalam Jogiyanto (2007:63) dijelaskan bahwa:
“Asumsi dasar TPB adalah banyak perilaku yang tidak semuanya di bawah
kontrol penuh individual sehingga perlu ditambahkan konsep kontrol
perilaku persepsian.”
Teori ini mengasumsikan bahwa kontrol perilaku persepsian mempunyai
implikasi motivasional terhadap minat-minat, selain itu adanya kemungkinan
hubungan langsung antara kontrol perilaku persepsian dengan perilaku. Jika
semua perilaku dapat dikontrol sepenuhnya oleh individu-individu mendekati
maksimum maka TPB akan kembali menjadi TRA.
Menurut Ajzen (1991) dalam Jogiyanto (2007:64) mendefinisikan kontrol
perilaku persepsian sebagai berikut:
“Kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control) sebagai
kemudahan atau kesulitan persepsian untuk melakukan perilaku.”
Sedangkan dalam konteks sistem teknologi informasi, Taylor dan Todd
(1995) dalam Jogiyanto (2007:64) mendefinisikan:
“Kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control) sebagai
persepsi dan konstruk-konstruk internal dan eksternal dari perilaku.”
Kontrol perilaku persepsian ini merefleksikan pengalaman masa lalu dan
juga mengantisipasi halangan-halangan yang ada. Aturan umumnya adalah,
semakin menarik sikap dan norma subyektif terhadap suatu perilaku, dan semakin
besar kontrol perilaku persepsian, semakin kuat niat seseorang untuk melakukan
perilaku yang sedang dipertimbangkan (Jogiyanto, 2007:65).
TPB digunakan untuk menjelaskan pengaruh sikap terhadap penggunaan
(attitude), norma subyektif (subjective norms), dan kontrol perilaku persepsian
(perceived behavioral control) mempengaruhi niat atau keinginan untuk
menggunakan teknologi. Dengan adanya minat untuk menggunakan sistem
informasi akan mendorong seorang individu untuk menggunakan sistem informasi
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar