Jumat, 24 September 2021

Pengertian Modal Psikologi (skripsi dan tesis)

 Modal Psikologis menurut Luthans, et al., (2015:2) yaitu: “is an individual’s positive psychological state of development and is characterized by: (1) having confidence (self-efficacy) to take on and put in the necessary effort to succeed at challenging tasks; (2) making a positive attribution (optimism) about succeeding now and in the future; (3) persevering toward goals and, when necessary, redicting paths to goals (hope) in order to succeed, and (4) when beset by problems and adversity, sustaining and bounching back and even beyond (resiliency) to attain success.” (Luthans, Youssef, & Avolio, 2015:2) Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa modal psikologis ialah suatu perkembangan keadaan psikologis yang positif pada individu dengan karakteristik: (1) memiliki kepercayaan diri untuk memilih dan menyerahkan upaya yang diperlukan agar berhasil pada tugas-tugas yang menantang (efikasi diri); (2) membuat atribusi positif tentang keberhasilan di masa kini dan mendatang (optimism); (3) tekun dalam mencapai tujuan dan, bila diperlukan mengalihkan cara untuk mencapai tujuan dalam rangka meraih keberhasilan (harapan), dan; (4) ketika dilanda masalah dan kesulitan, individu dapat bertahan dan bangkit kembali bahkan melampaui keadaan semula untuk mencapai keberhasilan (resiliensi). Psychological capital (modal psikologis) berbeda halnya atau pengertiannya dengan modal ekonomi tradisional (traditional economic 20 capital), modal manusia (human capital), dan modal social (social capital). Di mana modal ekonomi tradisional mencakup keuangan dan asset berwujud. Modal manusia mencakup pengalaman, pendidikan, keterampilan, pengetahuan dan ide-ide. Modal social menekankan hubungan, jaringan kontak, dan pertemanan. Sedangkan, modal psikologis yang positif menekankan pada kepercayaan, harapan, optimisme dan ketahanan (Luthans:2007). Menurut Bakker dan Demerouti, 2008; Schaufeli, 2006 mengartikan bahwa: “Modal psikologis sebagai aspek psikologis individu yang memiliki hubungan dengan rasa gembira dan kemampuan memanipulasi, mengontrol dan memberi dampak pada lingkungan sesuai keinginan dan kemampuan karyawan, yang ditandai oleh efikasi diri, optimism, harapan, dan resiliensi.” Avey, Luthans, Smith dan Palmer (2010) menyatakan bahwa: “Karyawan dengan modal psikologis tinggi, maka kesejahteraan individu pada lingkungan kerja juga akan tinggi, kemudian diharapkan akan meningkatkan potensi sumber daya manusia dalam organisasi.” Dari pengertian-pengertian dan uraian dari para ahli tersebut, penulis dapat membuat kesimpulan pengertian tentang modal psikologis. Modal psikologis adalah sebuah pengembangan kondisi psikologis yang positif menekankan pada kepercayaan, harapan, optimism, dan ketahanan, sehingga memiliki hubungan dengan rasa gembira, mengontrol dan memberi dampak pada lingkungan sesuai keinginan dan kemampuan karyawan atau individu tersebut.

Tidak ada komentar: