Jumat, 24 September 2021

Modal Psikologi (skripsi dan tesis)

Kepemimpinan merupakan proses memengaruhi. Seorang pemimpin dalam proses tugasnya betindak untuk mempengaruhi, berinteraksi dengan pengikutnya atau anggotanya memerlukan kualitas psikologi tertentu. Sebelum memahami, memengaruhi dan mengubah para pengikutnya, seorang pemimpin harus memahami dirinya sendiri, kekuatan maupun kelemahan yang dimilikinya (Wirawan, 2013). Sekarang setelah hampir satu dekade membangun teori, Modal Psikologi (PsyCap) sudah diakui secara luas di seluruh dunia dan sedang diterapkan dalam  Kepemimpinan Positif dan pengembangan sumber daya manusia dan program manajemen kinerja di semua jenis organisasi, bisnis, kesehatan, pendidikan, militer dan juga bidang atletik (Sanjeev Sharma, 2015). Pada mulanya, Modal Psikologi dikaitkan dengan produktivitas namun kemudian dihubungkan dengan sikap dan kinerja pekerjaan. Modal Psikologis merupakan dukungan positif yang diperlukan oleh sumber daya manusia dalam rangka mencapai pertumbuhan organisasi yang stabil. Iklim yang mendukung bagi semua anggota organisasi dalam pelaksanaan tugas mereka (Sanjeev Sharma, 2015). Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa Modal Psikologi secara positif berelasi dengan job outcomes seperti performance, komitmen terhadap organisasi, dan kepuasan kerja (Aisha Zubair, 2015). Luthans, Youssef dan Avolio (2007) mendefinisikan Modal Psikologi sebagai "keadaan psikologis positif individu dan dicontohkan dengan : (1) memiliki keyakinan (self-efficacy) untuk merebut dan dimasukkan ke dalam upaya yang diperlukan untuk berhasil di tugas yang menantang; (2) Menciptakan atribusi positif (optimisme) tentang sukses sekarang dan di masa depan; (3) tekun menuju tujuan dan target dan, jika diperlukan, mengarahkan jalan untuk tujuan (hope/harapan) untuk tumbuh subur; dan (4) ketika dibanjiri oleh masalah dan kesulitan, mampu mempertahankan dan memantul kembali dan bahkan lebih (daya tahan) untuk mencapai keberhasilan” (Aisha Zubair, 2015). Keempat hal tersebut menjadi payung dari PsyCap atau Modal Psikologi yang didefinisikan oleh Luthans sebagai berikut : Hope/harapan didefinisikan oleh Snyder, Harris, Anderson et al (Aisha 22 Zubair, 2015) sebagai suatu motivasi positif dimana terjadi interaksi dua unsur fundamental dari perasaan sukses organisasi yang berorientasi pada penentuan tujuan dan langkah-langkah atau perencanaan untuk pencapaiannya. Bandura dan Locke mendefinisikan Self-efficacy sebagai keyakinan diri dalam mencapai tujuan tertentu dalam situasi tertentu pula. Penelitian telah menunjukkan bahwa anggota organisasi yang memiliki self-efficacy yang tinggi mampu melakukan tugas lebih baik daripada rekan-rekan mereka (Aisha Zubair, 2015). Orang optimis didefinisikan sebagai konstruk realistis yang menganggap apa yang dapat dilakukan oleh seorang anggota atau tidak, dengan demikian, optimisme mendasari efikasi diri dan harapan. Ketahanan/resilience – definisikan oleh Luthan dalam Psikologi Positif sebagai cara yang positif untuk mengatasi kesulitan atau kesusahan. Dalam aspek organisasi, itu didefinisikan sebagai kemampuan untuk bangkit kembali dari stres, konflik, kegagalan, perubahan atau peningkatan tanggung jawab (Aisha Zubair, 2015). Bagaimanapun juga sebagian besar penelitian telah berfokus pada atribut pribadi dan individu (seperti kemampuan kognitif) yang memainkan peran penting dalam kreativitas (Feist, 1998; McCrae & Costa, 1989; Tierney, Farmer, & Graen, 1999). Woodman, Sawyer, & Griffin berpendapat bahwa perkembangan penelitian telah bergeser dari faktor individu terhadap model kontekstual dan integratif yang lebih komprehensif (Aisha Zubair, 2015). Sternberg & Lubart et al juga melihat kreativitas karyawan sebagai hasil dari interaksi beberapa faktor 23 yang beroperasi di semua tingkatan, yaitu, organisasi, kelompok, dan individu (Aisha Zubair, 2015). PsyCap dan iklim positif yang mendukung diperlukan untuk sumber daya manusia dalam rangka mencapai pertumbuhan organisasi yang stabil. Iklim yang mendukung didefinisikan sebagai total dukungan yang diterima seorang karyawan dari rekan kerja mereka, departemen lain dan supervisor mereka yang membantu mereka dengan tuntutan pekerjaan mereka (Aisha Zubair, 2015). Modal Psikologi dan emosi positif adalah contoh faktor personal memfasilitasi perubahan organisasi. Perubahan organisasi yang terjadi secara positif memiliki konsekuensi psikologis dan mengarah pada prilaku yang lebih positif daripada yang negatif. Peranan emosi positif membantu para anggota mengatasi perubahan organisasi dengan memperluas sudut pandang mereka, mendorong pengambilan keputusan secara terbuka. Interaksi ini menunjukkan bahwa Modal Psikologi melalui emosi positif, mempengaruhi sikap dan prilaku anggota organisasi yang pada akhirnya mempengaruhi perubahan organisasi (Aisha Zubair, 2015). Rego, Sousa, Marques, & Cunha, 2012 (Aisha Zubair, 2015) juga menyarankan bahwa faktor-faktor PsyCap atau Modal Psikologi (yaitu, selfefficacy, harapan, optimisme, dan ketahanan) dapat berfungsi sebagai mekanisme mediasi dalam hubungan antara kepemimpinan otentik dan kreativitas. Selain itu Gardner, Avolio, dan kawan-kawan melihat bahwa elemen-elemen Modal Psikologi mampu mendorong tingkat emosional positif yang akan memfasilitasi  dengan baik ketaatan dan prilaku adaptif dalam kreativitas dan produktivitas (Aisha Zubair, 2015)

Tidak ada komentar: