Kamis, 09 September 2021

Jenis Audit (skripsi dan tesis)


Menurut Arens, Elder dan Beasley (2006), terdapat tiga jenis audit yang
dilaksanakan oleh akuntan publik, antara lain :
1. Audit atas Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)
Tujuan audit laporan keuangan adalah untuk menentukan apakah laporan
keuangan secara keseluruhan telah dilaporkan sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum. Dalam menentukan tingkat kewajaran penyajian laporan
keuangan, auditor perlu melaksanakan serangkaian uji yang tepat untuk
menetukan apakah terdapat error atau misstatement lainnya yang bersifat material
dalam laporan keuangan. Hasil dari audit laporan keuangan berupa laporan audit
yang berisi opini audit atas laporan keuangan.
2. Audit Kepatuhan (Complience Audit)
Tujuan audit kepatuhan adalah untuk menentukan apakah pihak yang
diaudit telah mengikuti prosedur, kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan
oleh badan atau otoritas yang lebih tinggi. Hasil dari audit kepatuhan biasanya
berupa pernyataan temuan atau tingkat kepatuhan dan dilaporkan kepada pihak
tertentu dalam unit organisasi yang diaudit.
3. Audit Operasional (Operational Audit)
Tujuan audit operasional adalah untuk mengevaluasi efisiensi dan
efektivitas dari bagian-bagian dari prosedur dan metode kegiatan operasional
perusahaan. Dalam audit operasional, pelaksanaan review tidak terbatas hanya
pada akuntansi, tetapi juga dapat mencakup evaluasi atas struktur organisasi,
operasi komputer, metode produksi, pemasaran dan bagian-bagian lainnya yang
sesuai dengan kualifikasi auditor. Berbeda dengan jenis audit lainnya, kriteria
yang ditetapkan dalam pelaksanaan audit operasional merupakan suatu hal yang
bersifat subjektif sehingga audit operasional cenderung tergolong sebagai
konsultasi manajemen. Hasil dari audit operasional biasanya berupa pernyataan
mengenai efektivitas dan efisiensi operasi atau sejumlah rekomendasi kepada
manajemen untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja operasional
perusahaan.

Tidak ada komentar: