Rabu, 01 September 2021

innovation Diffusion Theory (IDT) (skripsi dan tesis)


Teori ini dikembangkan berdasarkan Diffusion of Innovation
oleh Rogers yang dikutip oleh (Winarko & Mahadewi, 2013).
Menurut Rogers, ada beberapa kategori adopter terhadap inovasi teknologi
baru. Kategori tersebut adalah Innovators, Early Adopters, Early Majority,
Late Majority dan Laggards.
1) Innovators adalah kategori orang-orang yang pertama kali mau
mengadopsi suatu inovasi. Ciri khas Innovators:
1. Mau menempuh resiko
2. Berusia muda
3. Memiliki kelas sosial yang tinggi
4. Memiliki kemampuan finansial yang cukup
5. Berjiwa sosial
6. Memiliki akses ke sumber-sumber pengetahuan dan
7. Berinteraksi dengan kelompok Innovator lainnya
2) Early Adopters adalah kategori kedua yang paling cepat mengadopsi
adanya inovasi teknologi baru dan memiliki ciri yang hampir sama dengan
Innovators. Mereka yang dalam kategori ini memiliki Opinion
Leadership yang tinggi.
3) Early Majority adalah kategori orang yang membutuhkan waktu
lebih lama dibandingkan dengan dua kategori sebelumnya untuk mengadopsi
teknologi baru. Biasanya mereka berasal dari kategori yang memiliki kelas
sosial diatas rata-rata, berhubungan dengan kategoti Early Adpoters dan
jarang memiliki Opinion Leadership dalam suatu sistem.
4) Late Majority adalah kategori yang mengadopsi inovasi setelah rata- rata
anggota masyarakat ingin mengadopsi teknologi baru. Kategori ini memiliki
sikap ragu-ragu terhadap teknologi baru sampai masyarakat lain mau
menerimannya.
5) Laggards adalah kategori yang terakhir yang mau mengadopsi teknologi
baru. Ciri-cirinya:
1. Memiliki golongan sosial yang rendah
2. Kemampuan finansial yang rendah
3. Hampir tidak memiliki Opinion Leadership
4. Berusia relatif lebih tua dan
5. Memiliki pola berfikir yang konservatif
Dalam konstruksi model Innovation Diffusion Theory (IDT) dilakukan
penelitan mendalam untuk mengukur persepsi terhadap pengadopsian
inovasi dalam Teknologi. Ada 8 konstruksi yang dijadikan sebagai alat
ukur:
1. Voluntariness of Use yaitu sejauh mana pengguna suatu inovasi
dipersepsikan secara sukarela atau bebas
2. Image yaitu sejauh mana penggunaan suatu inovasi dipersepsikan
untuk meningkatkan citra atau status seseorang dalam sistem sosial.
3. Relative Advantage yaitu sejauh mana inovasi dipersepsikan unutk
lebih baik dari sebelumnya.
4. Compatibility yaitu sejauh mana sebuah inovasi dipersepsikan konsisten
dengan nilai-nilai, kebutuhan yang ada dan pengalaman masa lalu dari
Potential Adopters.
5. Ease of Use yaitu sejauh mana sebuah inovasi dipersepsikan sulit atau
mudah untuk digunakan.
6. Result Demonstrability yaitu hasil nyata dari pengguna inovasi,
sehingga juga dapat diamati dan dikomunikasikan.
7. Trialability yaitu sejauh mana sebuah inovasi dapat dicoba lebih dulu
sebelum benar-benar diadopsi
8. Visibility yaitu sejauh mana seseorang dapat melihat orang lain
menggunakan sistem didalam organisasi.

Tidak ada komentar: