Alsyahdad (2016) Seringkali sulit untuk membujuk management
perusahaan atau pemilik sistem informasi untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap
1271 sistem atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang
menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting
(extremely important). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan
“improving competitiveness” meskipun perbaikan sistem informasi setelah
dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak. Meskipun sering terlihat
sebagai besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang (intangible).
keamanan sebuah sistem informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang
dapat diukur dengan uang (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudahmudahan pihak management dapat mengerti pentingnya investasi di bidang
keamanan. Suatu perusahaan memiliki sederetan tujuan dengan diadakannya sistem
informasi yang berbasis komputer di dalam perusahaan. Keamanan informasi
dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran utama yaitu:
1) Kerahasiaan
Melindungi data dan informasi perusahaan dari penyingkapan orang-orang
yang tidak berhak. Inti utama dari aspek kerahasiaan adalah usaha untuk
menjaga informasi dari orang-orang yang tidak berhak mengakses. Privacy
lebih kearah data-data yang sifatnya privat.Serangan terhadap aspek privacy
misalnya usaha untuk melakukan penyadapan.Usaha-usaha yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan privacy adalah dengan menggunakan teknologi
kriptografi. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik
matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti
keabsahan, integritas data, serta autentikasi data.
2) Ketersediaan
Aspek ini berhubungan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi
benar-benar asli, jadi orang yang mengakses atau memberikan informasi
adalah betul-betul orang yang dimaksud. Masalah pertama untuk membuktikan
keaslian dokumen dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital
signature. Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga intelektual
property, yaitu dengan menandatangani dokumen atau hasil karya pembuat.
Masalah kedua biasanya berhubungan dengan akses control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang-orang yang dapat mengakses informasi. Dalam hal
ini pengguna harus menunjukkan bahwa memang dia adalah pengguna yang
sah atau yang berhak menggunakannya
3) Integritas
Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seizin
pemilik informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang
mengubah informasi tanpa izin. Sistem informasi perlu menyediakan
representasi yang akurat dari sistem fisik yang direpresentasikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar