Kamis, 09 September 2021

Audit Sistem Informasi (skripsi dan tesis)


Dalam era globalisasi dan laju pertumbuhan perekonomian dunia
pada kurun waktu dua dasawara terakhir, telah terbuka beberapa perspektif
baru dengan berbagai ikutan permasalahannya. Perkembangan yang
semakin besar dan kompleks dalam dunia bisnis antara lain di tandai
dengan makin meningkatnya aktivitas – aktivitas yang dilakukan oleh
kantor (intansi) pemerintah, organisasi atau entitas - entitas bisnis
(perusahaan). Kondisi umum yang dihadapi oleh perusahaan adalah
semakin meningkatnya kegiatan atau transaksi dan semakin meningkatnya
kebutuhan pengelolaan administrasi keuanga, sumber daya manusia,
maupun aspek – aspek perencanaan, pengendalian serta pengawasan.
Ketika organisasi menjadi semakin besar, maka informasi menjadi
makin penting sebagai salah satu alat bantu untuk manajer dalam
menjalankan tugas dan fungsinya. Sumber daya fisik organisasi adalah
man, money, machine, material. Sedangkan sumber daya konseptual
adalah information (informasi) yang dibutuhkan untuk perencanaan dan
pengambilan keputusan dalalm rangka usaha untuk mencapai tujuan
strategis perusahaan.
Konsep dasar Audit Sistem Informasi menurut (Swastika & Raditya
Putra, 2016) Informasi merupakan sumber daya starategis suatu
organisasi. Pengelolaan informasi menjadi kunci sukses. Sistem informasi
merupakan salah satu subsistem organisasi untuk mengelola informasi.
Teknologi informasi merupakan komponen penting dari sistem
informasi, selai data/informasi, sumber daya manusia dan organisasi.
Teknologi informasi yang dimaksud adalah teknologi telematika,
telekomunikasi dan informatika, yang mencakup teknologi komputer
(perangkat keras, perangkat lunak) dan didukung dengan teknologi
telekomunikas, khususnya teknologi komunikasi data digital sebagau
infrastruktur dari jaringan komputer.
Perlu teknik untuk mengendalikan dan memastikan bahwa sistem
informasi sudah sesuai dengan tujuan organisasi. Audit sistem informasi
merupakan salah satu cara untuk menilai sejauh mana suatu sistem
informasi telah mencapai tujuan organisasi.
Definisi audit sistem informasi menurut (Gondodiyoto, 2007)
menerangkan bahwa sistem mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Sistem adalah kumpulan elemen – elemen atau sumber daya
yang saling berkaitan secara terpadu, terintegritas dalam suatu
hubungan herarkis tertentu, dan bertujuan unutk mencapai tuuan
tertentu.
2. Memiliki emergen properties dan bukan hanya sum of whole
parts (mempunyai karakteristik khusus dari sistem tersebut).
3. Sistem mempunyai sasaran yang akan dicapai. Setiap sistem
berusaha mencapai suatu atau lebih sasaran yang merupakan
arah, yang merupakan kekuatan yang memberikan motivasi dan
memberi arah suatu sistem.
4. Konstruksi sistem terdiri dari : Masukan – Proses – Keluaran.
5. Sistem memerlukan pengendalian. Merupaakn prosen mengatur
yang digunakan sistem untuk mengoraksi setiap
penyimpangandari setiap rangkaian langkah untuk menuju
sasaran.
6. Sistem memiliki pengguna (pemakai, user / end-user) setiap
sistem harus menggerakkan sub sistemnya agar dapat mencapai
sasaran.
7. Sistem mempunyai keterbatasan.
8. Terdiri subsistem subsistem yang menbentuk suatu janringan
terpadu.
Sedangkan definisi menurut (Swastika & Raditya Putra, 2016) audit
sistem informasi adalah untuk menilai apakah pengendalian sistem
informasi telah dapat memberikan keyakinan yang memadai atas (1)
Pengamanan aset, (2) Integritas data, (3) Efektivitas.
Pada umumnya ruang lingkup pemeriksaan dilakukan secara
menyeluruh terhadap perencanaan teknologi informasi (IT Plan) dan
pengelolaannya pada suatu organisasi, tetapi ada kalanya juga dalam
lingkup terbatas. Serta panduan yang dipergunakan dalam audit Sistem
Informasi untuk di indonesia adalah standart Atestasi, dan aturan aturan
yang dikeluarkan oleh organisasi profesi akuntan indonesia (IAI di
Indonesia, AICPA di USA, atau CICA untuk Kanada) maupun yang lebih
khusus lagi yaitu dari ISACA atau IIA.

Tidak ada komentar: