Sabtu, 14 Agustus 2021

Motivasi Manajemen Laba (skripsi dan tesis)


Banyak motivasi dilakukannya manajemen laba, diantaranya adalah
motivasi pasar modal karena adanya keuntungan bagi seorang manajer untuk
memanipulasi laba untuk mempengaruhi harga saham. Menurut Sumabrayam dan
John Wild (2013), terjadinya motivasi manajemen laba dikarenakan terdapat
beberapa insentif, yaitu :
1. Insentif Perjanjian.
Banyak perjanjian menggunakan angka akuntansi. Misalnya perjanjian
kompensasi manajer biasanya mencakup bonus berdasarkan laba.
Perjanjian bonus biasanya memiliki batas atas dan batas bawah, artinya
manajer tidak mendapat bonus jika laba lebih rendah dari batas bawah
dan tidak mendapat bonus tambahan saat laba lebih tinggi dari batas atas.
Hal ini berarti manajer memiliki insentif untuk meningkatkan atau
mengurangi laba berdasarkan tingkat laba yang belum diubah terkait
dengan batas atas dan bawah ini. Jika laba yang belum diubah berada
diantara batas atas dan batas bawah, manajer memiliki insentif untuk
meningkatkan laba.
2. Dampak Harga Saham.
Insentif manajemen laba lainnya adalah potensi dampak terhadap harga
saham. Misalnya, manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikkan
harga saham perusahaan sementara sepanjang satu kejadian tertentu
seperti merger yang akan dilakukan atau penawaran surat berharga, atau
rencana untuk menjual saham atau melaksanakan opsi. Manajer juga
melakukan perataan laba untuk menurunkan persepsi pasar akan resiko
dan menurunkan biaya modal.
3. Insentif Lain.
Laba sering kali diturunkan untuk menghindari biaya politik dan
penelitian yang dilakukan badan pemerintah, misalnya untuk ketaatan
undang-undang antimonopoly dan IRS. Selain itu perusahaan dapat
menurunkan laba untuk memperoleh keuntungan dari pemerintah,
misalnya subsidi atau proteksi dari persaingan asing. Perusahaan juga
menurunkan laba untuk mengelakkan permintaan serikat buruh.

Tidak ada komentar: