Rabu, 02 Juni 2021
Theory of Planned Behavior (TPB) (skripsi dan tesis)
Riset mengenai perilaku berwirausaha menjadi hal yang menarik bagi peneliti
di berbagai negara. Riset mengenai perilaku berwirausaha berkembang dari
berbagai perspektif yaitu mulai dari perspektif ekonomi, psikologi, dan sosiologi.
Berbagai model juga dikembangkan dalam penelitian perilaku berwirausaha di
antaranya Theory of Planned Behavior (TPB) oleh Ajzen dan Fishbein (Baron &
Byrne, 2004). Perbedaan dasar model yang mengacu pada Theory of Planned
Behavior dengan model lainnya, model dasar Theory of Planned Behavior dianggap
lebih baik dan kompleks dalam menjelaskan perilaku berwirausaha. Hasil riset dan
model riset terdahulu menyajikan kesimpulan yang belum tentu sesuai dengan
kondisi dan situasi dewasa ini di Indonesia. Masalah tersebut lebih mendorong
penulis mencermati model perilaku berwirausaha pada mahasiswa.
Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan pengembangan lebih lanjut
dari Teori Tindakan Rasional. TPB menambahkan konstruk yang belum ada dalam
Teori Tindakan Rasional, yaitu kontrol perilaku yang dipersepsi (perceived
behavioral control) atau yang dikenal dengan efikasi diri. Konstruk ini
ditambahkan dalam upaya memahami keterbatasan yang dimiliki individu dalam
rangka melakukan perilaku tertentu. Dengan kata lain, dilakukan atau tidak
dilakukannya suatu intensi dan perilaku tidak hanya ditentukan oleh sikap dan norma subjektif semata, tetapi juga efikasi diri. Menurut Theory of Planned
Behavior (TPB) keputusan untuk menampilkan tingkah laku tertentu adalah hasil
dari proses rasional yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu dan mengikuti
urutan-urutan berfikir (Baron & Byrne, 2004). Perhatian utama dalam theory of
planned behavior adalah pada intensi seseorang untuk melakukan suatu perilaku,
karena intensi merupakan variabel antara yang menyebabkan terjadinya perilaku
dari suatu sikap maupun variabel lainnya.
Secara umum, faktor anteseden intensi dapat diungkapkan melalui Theory
Planned of Behavior (TPB) yaitu sikap, norma subjektif dan efikasi diri.
Terbentuknya intensi dapat diterangkan dengan teori perilaku terencana yang
mengasumsikan manusia selalu mempunyai tujuan dalam berperilaku (Baron &
Byrne, 2004). Teori ini menyebutkan bahwa intensi adalah fungsi dari tiga
determinan dasar, yaitu sikap, norma subyektif, dan efikasi diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar