Rabu, 02 Juni 2021
Teori Perilaku Terencana (Planned Behavior Theory) (skripsi dan tesis)
Teori perilaku terencana pada dasarnya merupakan teori pengembangan dari
teori sebelumnya yakni theory of reasoned action yang dikembangkan oleh Icek
Ajzen dan Martin Fisben (1985). Teori ini menjelaskan bahwa sebuah perilaku
terbentuk karena adanya niat untuk berperilaku. Niat ini diartikan sebagai respon
atau kesiapan seseorang untuk menunjukan tindakan atau perilaku (Lestari dan
Yaya, 2017). Selain itu, juga dalam teori ini dijelaskan bahwa seseorang sebelum
berperilaku menggunakan informasi yang sistematik untuk memahami dampak
yang akan timbul dari perilakunya tersebut (Kreshastuti, 2014). Aprani (2017)
juga mengemukakan bahwa seseorang yang berfikir rasional akan memutuskan
mencari informasi yang berhubungan dengan whistleblowing seperti mekanisme
atau tata aturan sebelum melakukan whistleblowing.
Teori perilaku terencana ini telah diaplikasikan ke dalam beberapa konteks
dalam hal perilaku keuangan seperti pada perilaku kepatuhan wajib pajak (Bobek
& Hatfield, 2003; Hidayat & Nugroho, 2010), perilaku akuntan publik (Buchan,
2005), keputusan etis manajer (Carpenter & Reimers, 2005), perilaku
whistleblowing oleh chief financial officer (Uddin & Gillett, 2002) dan dalam
pembuatan anggaran (Su & Ni, 2013). Sedangkan untuk whistleblowing, teori ini
juga telah diaplikasikan untuk melihat dan mengukur perilaku seseorang dalam
melakukan tindak pelaporan kecurangan. Berdasakan teori perilaku terencana disebutkan bahwa ada tiga faktor yang
dapat memengaruhi niat individu dalam menunjukkan suatu perilaku antara lain:
1) Sikap terhadap perilaku (attitude toward behavior) merupakan sebuah
bentuk penilaian seseorang terhadap suatu benda, orang, institusi, kejadi
atau perilaku secara positif atau negative.
2) Norma subyektif (subjective norm) merupakan bentuk tanggapan orang lain
terhadap perilaku yang akan ditunjukkan oleh individu dimana hal tersebut
akan memengaruhinya dalam berperilaku.
3) Persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control) adalah suatu
bentuk persepsi atau kemampuan diri individu dalam mengontrol dirinya
untuk berperilaku atau bentuk kepercayaan diri untuk menunjukkan suatu
perilaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar