Rabu, 09 Juni 2021
Sumber-sumber efikasi diri (skripsi dan tesis)
Menurut Bandura (1997) penilaian seseorang mengenai tingkatan efikasi diri yang
diyakininya berdasarkan empat sumber informasi, yaitu :
1). Pengalaman keberhasilan (mastery experiences)
Pencapaian prestasi merupakan bagian yang paling berpengaruh dalam
penentuan efikasi diri. Pengalaman sukses sebelumnya memberikan indikasi
langsung dari tingkatan kompetensi individu. Tingkah laku atau hasil sebelumnya
menunjukkan kemampuan individu dan menguatkan penilaiannya atas efikasi diri.
Khususnya apabila kegagalan sebelumnya diulangi dengan kegagalan lagi, maka hal
ini akan menurunkan efikasi diri.
Individu dengan efikasi diri yang tinggi percaya bahwa mereka bisa berdamai secara
efektif dengan kejadian yang mereka hadapi dalam kehidupannya. Mereka
mengharapkan kesuksesan dalam rintangan yang akan dihadapi, oleh karena itu
mereka gigih dalam tugas dan sering melakukan performansi yang baik. Mereka
memiliki kepercayaan diri yang baik dalam kemampuan mereka dibandingkan
individu dengan efikasi diri yang rendah, dan mereka hanya sedikit memperlihatkan
keragu-raguan. Individu dengan efikasi diri yang tinggi melihat hal sulit sebagai
tantangan dan aktif mencari situasi yang baru.
2). Pengalaman orang lain (vicarious experiences)
Melihat kesuksesan orang lain akan menguatkan perasaan akan efikasi diri,
khususnya jika seseorang yang menjadi objek observasi memiliki kemampuan yang
sama dengan individu yang melakukan observasi. Sebaliknya jika individu melihat
orang lain yang dianggap memiliki kesamaan tersebut mengalami kegagalan, maka
hal ini akan menurunkan efikasi diri.
Individu yang memiliki standar penampilan tinggi yang mengambil standar tersebut
dari hasil mengobservasi model yang sukses akan memiliki harapan yang tinggi,
namun jika kemudian gagal, maka individu tersebut akan menghukum dirinya sendiri
dengan perasaan tidak berharga dan depresi.
Jadi, hal yang terpenting adalah menentukan orang yang tepat kemampuan dan
kompetensinya untuk dijadikan model. Model yang dipilih juga akan menunjukkan
strategi dan teknik yang mungkin dilakukan pada situasi yang sulit.
3). Persuasi lisan (verbal persuasion)
Mengatakan kemampuan yang dimiliki dan prestasi apa yang ingin dicapai dapat
meningkatkan efikasi diri seseorang. Hal ini mungkin yang paling umum dari
keempat sumber penilaian efikasi diri lainnya. Persuasi lisan ini sering dilakukan
oleh orang tua, guru, suami/istri, teman, dan terapis. Agar efektif, persuasi haruslah
realistik.
4). Keterbangkitan psikologis (psychological arousal)
Keterbangkitan psikologis ini meliputi perasaan tenang atau ketakutan pada situasi
yang membuat stres. Keterbangkitan psikologis ini biasa digunakan untuk melihat
kemampuan individu dalam mengatasi masalah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar