Kamis, 03 Juni 2021
Persepsi (skripsi dan tesis)
Persepsi dalam pandangan Islam adalah proses manusia
dalam memahami suatu informasi baik melalui mata untuk
melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk penciuman,
hati untuk merasakan yang disalurkan ke akal dan pikiran
manusia agar menjadi suatu pemahaman.
Menurut Matsumoto & Juang, Persepsi adalah proses
mengumpulkan informasi mengenai dunia melalui pengindraan
yang kita miliki.
1
Schiffman dan Kanuk mendefenisikan persepsi sebagai
proses dimana dalam proses tersebut individu memilih,
mengorganisasikan dan mengintepretasikan stimuli menjadi
sesuatu yang bermakna.2
Menurut Kreitner dan Kinicki persepsi adalah
merupakan proses kognitif yang memungkinkan kita
menginterprestasikan dan memahami sekitar kita. Sedangkan
menurut pendapat lain persepsi adalah merupakan proses
menerima informasi membuat pengertian tentang dunia
disekitar kita. Hal tersebut memerlukan pertimbangan
informasi mana yang perlu diperhatikan, bagaimana
mengkategorikan informasi, dan bagaimana menginterprestasikannya dalam kerangka kerja pengetahuan
kita yang telah ada (McShane dan Von Glinow).
Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa pada
hakikatnya persepsi adalah merupakan suatu proses yang
memungkinkan kita untuk mengorganisir informasi dan
menginterpretasikan kesan terhadap lingkungan sekitarnya.3
Suatu proses presepsi akan diawali oleh suatu stimuli
yang mengenai indera kita. Stimuli yang menimbulkan
persepsi bisa bermacam-macam bentuknya, asal merupakan
sesuatu yang langsung mengenai indera kita, seperti segala
sesuatu yang bisa dicium, dilihat, didengar, dan diraba. Stimuli
ini akan mengenai organ yang disebut sebagai sensory receptor
(organ manisia yang menerima input stimuli atau indera).
Adanya stimulus yang mengenai sensory receptor
mengakibatkan individu merespon. Respon langsung atau
segera dari organ sensory receptor tersebut dinamakan sensasi.
Tingkat kepekaan dalam sensasi antara individu satu dengan
yang lain berbeda-beda.
Perbedaan sensitivitas tersebut karena kemampuan
reseptor antar individu yang tidak sama. Ada individu yang
peka sekali indera penciumanya tetapi ada yang tidak, ada yang
taam penglihatannya, tetapi ada individu lain yang tidak dan
sebaliknya. Selan faktor sensitivitas, faktor lain yang
berpengaruh adalah intensitas dari stimuli. Stimuli yang
mempunyai intensitas kuat akan memudahkan bagi reseptor
untuk menerimannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar