Jumat, 25 Juni 2021
Pengertian Penjualan (skripsi dan tesis)
Menurut Basu Swastha DH (2004:403) penjualan adalah interaksi antara individu saling
bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau
mempertahankan hubungan pertukaran sehingga menguntungkan bagi pihak lain.
Penjualan dapat diartikan juga sebagai usaha yang dilakukan manusia untuk
menyampaikan barang bagi mereka yang memerlukan dengan imbalan uang menurut harga yang
telah ditentukan atas persetujuan bersama.
Volume penjualan merupakan hasil akhir yang dicapai perusahaan dari hasil penjualan
produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Volume penjualan tidak memisahkan secara
tunai maupun kredit tetapi dihitung secara keseluruhan dari total yang dicapai. Seandainya
volume penjualan meningkat dan biaya distribusi menurun maka tingkat pencapaian laba
perusahaan meningkat tetapi sebaliknya bila volume penjualan menurun maka pencapaian laba
perusahaan juga menurun. Menurut Kotler (2000) volume penjualan adalah barang yang terjual
dalam bentuk uang untuk jangka waktu tertentu dan didalamnya mempunyai strategi pelayanan
yang baik. Ada beberapa usaha untuk meningkatkan volume penjualan, diantaranya adalah:
1) Menjajakan produk dengan sedemikian rupa sehingga konsumen melihatnya.
2) Menempatkan dan pengaturan yang teratur sehingga produk tersebut akan menarik perhatian
konsumen.
3) Mengadakan analisa pasar.
4) Menentukan calon pembeli atau konsumen yang potensial.
5) Mengadakan pameran.
6) Mengadakan discount atau potongan harga.
Kemampuan perusahaan dalam menjual produknya menentukan keberhasilan dalam
mencari keuntungan, apabila perusahaan tidak mampu menjual maka perusahaan akan
mengalami kerugian. Menurut Basu Swastha DH (2004:404) tujuan umum penjualan dalam
perusahaan yaitu :
1) Mencapai volume penjualan
2) Mendapatkan laba tertentu
3) Menunjang pertumbuhan perusahaan
Menurut Corey (2001:6) strategi penjualan terdiri atas lima elemen yang saling berkait.
Kelima elemen tersebut adalah:
1. Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani. Keputusan ini didasarkan pada
faktor-faktor:
a. Persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diproteksi dan
didominasi.
b. Keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan (fokus) yang
lebih sempit.
c. Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi
peluang dan tantangan.
d. Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar yang
terproteksi.
Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan segmentasi pasar dan kemudian memilih
pasar sasaran yang paling memungkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.
2. Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan
desain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan
manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. Manfaat
tersebut meliputi produk itu sendiri, nama merek produk, ketersediaan produk, jaminan atau
garansi, jasa reparasi, dan bantuan teknis yang disediakan penjual, serta hubungan personal
yang mungkin terbentuk di antara pembeli dan penjual.
3. Penetapan harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari
produk kepada pelanggan.
4. Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga
mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya.
5. Komunikasi penjualan (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling, promosi
penjualan, direct marketing, dan public relations.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar