Sabtu, 26 Juni 2021
Pengertian Harga (skripsi dan tesis)
Harga merupakan unsur dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel
artinya dapat berubah secara cepat. Hal ini tentunya berbeda dengan karakteristik
produk atau komitmen terhadap saluran ditribusi yang tidak dapat berubah atau
disesuaikan secara mudah dan secara cepat karena biasanya menyangkut keputusan
jangka panjang.
Harga merupakan satu-satunya elemen yang ada dalam bauran pemasaran
yang menghasilkan cash flow. Secara langsung dan juga menghasilkan pendapatan
penjualan. Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan elemen-elemen yang
lain yang ada dalam bauran pemasaran yang pada umumnya menimbulkan biaya
(pengeluaran). Menurut Kotler dan Amstrong (2012:345), harga adalah jumlah uang yang
ditagihkan atas suatu produk atau jasa dan jumlah nilai yang dipertukarkan
konsumen untuk manfaat yang dimiliki atau menggunakan produk dan jasa
tersebut. Kebijakan penetapan harga harus selaras dengan kebijakan-kebijakan
penetapan harga perusahaan. Pada saat yang sama, perusahaan tidak menolak untuk
menetapkan penalti penetapan harga dalam keadaan tertentu.
Harga menurut Swastha (2014:147) adalah jumlah uang (ditambah beberapa
barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi
dari barang beserta pelayanan.
Harga memiliki peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli
(Tjiptono, 2012:147) yaitu:
1) Peranan alokasi harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli
untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas tertinggi yang
diharapkan berdasarkan daya belinya.
2) Peranan informasi biaya, yaitu fungsi harga dalam membidik konsumen
mengenai faktor-faktor produk, seperti kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam
situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faktor produk atau
manfaatnya secara obyektif. Persepsi yang sering muncul adalah bahwwa harga
yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi sehingga konsumen menilai harga
yang ditetapkan sesuai dengan kualitas produk maupun jasa yang ditetapkan.
Selain desain produk, harga merupakan variabel yang dapat dikendalikan
dan menentukan diterima atau tindaknya suatu produk oleh konsumen. Harga
semata-mata tergantung pada kebijakan perusahaan. tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Murah atau mahalnya suatu produk sangat relatif
sifatnya.
a. Tujuan Penetapan Harga
Setiap Perusahaan selalu dihadapkan pada masalah penatapan harga jika
perusahaan kurang tepat dalam menatapkan harga, misalnya harga itu ditetapkan
terlalu rendah maka kemungkinan akan dapat menimbulkan kerugian pada
perusahaan karena dengan harga yang terlalu rendah kemungkinan tidak akan bisa
menutup biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan. Begitu pula sebaliknya, bila
harga itu ditetapkan terlalu tinggi maka kemungkinan akan menemui hambatan
dalam penjualanya, karena dengan harga yang terlalu tinggi pembeli tidak akan mau
membeli.
Menurut Tjiptono (2012:153) tujuan penetapan harga pada dasarnya
terdapat empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu:
1. Tujuan Stabilisasi Harga
Pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu
perusahaan menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari
terbentuknya tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk
mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga
pemimpin industri (industry leader).
2. Tujuan berorientasi pada laba
Asumsi teori ekonomi klasik yang menyatakan bahwa setiap perusahaan
selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini
dikenal dengan istilah maksimalisasi laba. Dalam era persaingan global yang
18
kondisinya ssangat kompleks maksimalisasi laba sangat sulit dicapai, karena sukar
sekali untuk dapat memperkirakan secara akurat jumlah penjualan yang dapat
dicapai pada tingkat haarga tertentu. Dengan demikian, tidak mungkiin suatu
perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat mengahsilkan
laba maksimum.
3. Tujuan berorientasi pada volume
Tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan
harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang
biasa dikenal dengan istilah volume pricing objectives. Harga ditetapkan
sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan. Tujuan ini banyak
diterapkan oleh perusahaan penerbangan, lembaga pendidikan, pengusaha bioskop
dan pemilik bisnis pertunjukan lainnya. Bagi sebuah perusahaan penerbangan,
biaya penerbangan untuk satu pesawat terisi penuh maupun yang hanya terisi
separuh tidak banyak berbeda. Oleh karena itu, banyak perusahaan penerbangan
yang memberikan insentif berupa harga spesial agar dapat meminimalisasi jumlah
kursi yang tidak terisi.
4. Tujuan berorientasi pada citra
Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penerapan
harga. Perusahaan dapat menerapkan harga tinggi untuk membentuk atau
mempertahankan citra prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan
untuk membenuk citra nilai tertentu (image of value), misal dengan memberikan
jaminan bahwa harganya merupakan harga yang terendah disuatu wilayah tertentu. Pada hakikatnya, baik penetapan harga tinggi maupun harga terendah keseluruhan
bauran produk yang ditawarkan perusahaan.
5. Tujuan-tujuan lainnya
Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang atau
menghindari campur tangan pemerintah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar