Rabu, 02 Juni 2021

Norma Subjektif (skripsi dan tesis)

Norma Subjektif Norma Subyektif dianggap sebagai anteseden kedua dari intensi perilaku, yang mencerminkan keinginan, dan kepercayaan seseorang, untuk menampilkan suatu perilaku tertentu (Krueger dan Carsrud, 1993). Norma subjektif diasumsikan sebagai suatu fungsi dari beliefs yang secara spesifik menjadi acuan bagi seseorang untuk setuju atau tidak setuju dalam menampilkan suatu perilaku (Achmat, 2010; Ajzen, 1991). Kepercayaan-kepercayaan yang termasuk dalam norma-norma subjektif disebut juga kepercayaan normatif (normative beliefs), (Achmat, 2010; Ajzen, 1991). Seorang individu akan berniat menampilkan suatu perilaku tertentu jika ia beranggapan bahwa orang yang dianggap penting baginya, berfikir bahwa ia seharusnya melakukan hal itu (Achmat, 2010; Ajzen, 1991). Orang lain yang penting tersebut bisa pasangan, sahabat, dokter dan sebagainya. Hal ini dapat diketahui dengan cara menanyai responden untuk menilai apakah orang yang dianggap penting tadi cenderung akan setuju atau tidak setuju jika ia menampilkan perilaku yang dimaksud (Achmat, 2010; Ajzen, 1991). Norma subjektif (subjective norm) adalah persepsi atau pandangan seseorang terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi minat untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku (Ajzen, 1991). Norma subjektif merupakan fungsi dari harapan yang dipersepsikan individu dimana satu atau lebih orang di sekitarnya (misalnya, saudara, teman sejawat) menyetujui perilaku tertentu dan memotivasi individu tersebut untuk mematuhi mereka (Ajzen, 1991).

Tidak ada komentar: