Sabtu, 26 Juni 2021
Makna dan Tipe Merek (skripsi dan tesis)
Menurut Rahman (2010:179) menjelaskan dalam suatu merek
memiliki 6 (enam) tingkatan pengertian, sebagai berikut:
1. Atribut
Merek mengingatkan pada atribut tertentu dari sebuah produk, baik dari
program purna jualnya, pelayanan, maupun kelebihannya dan perusahaan
menggunakan atribut tersebut sebagai materi iklan mereka.
2. Manfaat
Pelanggan tentu tidak membeli sebatas atribut dari suatu produk
melainkan manfaatnya.
3. Nilai
Merek mewakili nilai dari produknya. Jam tangan merek Rolex, misalnya
yang memberikan nilai tinggi bagi penggunanya.
4. Budaya
Merek mewakili budaya tertentu
5. Kepribadian
Merek layaknya seseorang yang merefleksikan sebuah kepribadian
tertentu
6. Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan
suatu produk tersebut.
Menurut Tjiptono dalam Akbar (2012:18) menerangkan bahwa
pemahaman mengenai peran merek tidak bisa dipisahkan dari tipe-tipe
utama merek, karena masing-masing tipe memiliki citra merek berbeda.
Ketiga tipe tersebut meliputi:
1. Attribute Brands
Attribute brands yaitu merek-merek yang memiliki citra yang mampu
mengkomunikasikan keyakinan/kepercayaan terhadap atribut fungsional
produk. Kerap kali sangat sukar bagi konsumen untuk menilai kualitas
dan fitur secara obyektif atas begitu banyak tipe produk, sehingga mereka
cenderung memiliki merek-merek yang dipersepsikan sesuai dengan
kualitasnya.
2. Aspirational Brands
Aspirational brands yaitu merek-merek yang menyampaikan citra
tentang tipe orang yang membeli merek yang bersangkutan. Citra tersebut tidak banyak mengandung produknya, tetapi justru lebih banyak
berkaitan dengan gaya hidup yang didambakan. Keyakinan yang
dipegang konsumen adalah bahwa dengan memiliki merek semacam ini
akan tercipta asosiasi yang kuat antara dirinya dengan kelompok aspirasi
tertentu. Dalam hal ini, status, pengakuan sosial dan identitas jauh lebih
penting daripada sekedar nilai fungsional produk.
3. Experience Brands
Experiance brands mencerminkan merek-merek yang menyampaikan
citra asosiasi dan emosi bersama (shared association and emotionals).
Tipe ini memiliki citra melebihi sekedar aspirasi dan lebih berkenaan
dengan kesamaan filosofi antara merek dan konsumen individual.
Kesuksesan sebuah experience brands ditentukan oleh kemampuan
merebersangkutan dalam mengekspresikan individualitas dan
pertumbuhan personal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar