Rabu, 02 Juni 2021
Literasi Lingkungan (skripsi dan tesis)
Literasi lingkungan adalah suatu sikap sadar untuk menjaga lingkungan
yang ada disekitar agar tetap seimbang. Sikap sadar itu tidak hanya memiliki
pengetahuan terhadap lingkungan tetapi juga memiliki sikap tanggap dan mampu
untuk memberikan solusi atas isu-isu lingkungan. Dalam hal ini siswa yang
merupakan bagian dari masyarakat perlu disiapkan sebagai generasi penerus dan
agen perubahan di dalam masyarakat perlu untuk dibekali dengan kemampuan
literasi lingkungan sejak dini, baik dilingkungan rumah tangga terkhususnya lagi
dilingkungan sekolah. Menurut Kusumaningrum (2018) literasi lingkungan
mempunyai komponen karakter seseorang yang dapat menjaga lingkungan dengan
baik dan benar, tidak hanya memanfaatkan saja tetapi mampu juga untuk
mengatasi dan memberikan solusi mengenai masalah-masalah lingkungan yang
timbul.
Literasi lingkungan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk
memahami dan melaksanakan perilaku serta skap kepedulian terhadap
lingkungan. Literasi lingkungan ini adalah pemahaman mengenai bagaimana
manusia serta masyarakat itu dapat berhubungan dengan baik antara satu dengan yang lainnya dan dengan alam sekitar, serta bagaimana masyarakat melakukan
pedidikan keberlanjutan untuk menanamkan pemahaman mengenai lingkungan
kepada siswa dengan cara yang lebih spesifik berupa pengetahuan dan keyakinan.
Literasi lingkungan disini, difokuskan pada pengetahuan, pemeliharaan, dan
kemampuan.
Literasi lingkungan bermula dari program National Environmental Literacy
Assesment (NELA) yang diselenggarakan oleh National Oceanic and Atmospheric
Administration (NOAA) dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
literasi lingkungan pada sekolah-sekolah menengah yang ada di Amerika.
Penelitian mengenai literasi dilingkungan sekolah terdapat 2 fase, fase pertama
untuk mengumpulkan data di literasi lingkungan sekolah menengah dengan
menggunakan sampel probabilitas-proporsional siswa kelas 6 dan 8 sedangkan
fase kedua bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi lingkungan di kelas,
sekolah bagian Amerika Utara yang menjalani serangkaian program berupa
pendidikan lingkungan (W. McBeth & Volk, 2010).
Kemampuan literasi lingkungan dapat diukur dengan beberapa komponen.
Menurut McBeth & Volk (2010) kemampuan literasi lingkungan seseorang dapat
diukur melalui empat kompenen yaitu :
1. Pengetahuan lingan meliputi pengetahuan ekolagi
2. Sikap terhadap lingkungan yang meliputi niat untuk bertindak, kepekaan
terhadap lingkungan, dan perasaan terhadap lingkungan
3. Keterampilan Kognitif yang meiliputi Identifikasi masalah, analisis masalah,
dan perilaku pelaksanaan perencanaan
4. Perilaku yang meliputi tindakan nyata (perilaku pro-lingkungan)
Kemudian menurut Hollweg et al. (2011) Literasi lingkungan terdiri dari lima
jenis pengetahuan yang harus digunakan untuk menanggapi secara kompeten
situasi atau masalah lingkungan. Ini adalah pengetahuan tentang: sistem fisik dan
ekologi; sistem sosial, budaya, dan politik; isu yang berkaitan dengan lingkungan;
berbagai solusi untuk masalah lingkungan; dan partisipasi warga dan strategi aksi.
Kemampuan literasi lingkungan diperlukan seseorang untuk memberikan suatu
tindakan yang nyata terhadap lingkungan agar tetap terjaga keseimbangan dan kelestariannya. Kemampuan tersebut sebaiknya ditanamkan sejak dini seperti
lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dasar, karena apa yang diajarkan
kepada anak diusia dini akan mudah diterima oleh mereka dan akan tertanam lama
dalam ingatan mereka. Menurut Kusumaningrum (2018) masa terbaik dalam
penanaman pendidikan karakter adalah pada masa anak usia dini dan jika masa
tersebut terlewatkan maka akan semakin sulit untuk membentuk karakter pada
anak tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar