Jumat, 25 Juni 2021
Konsep Pemasaran (skripsi dan tesis)
Konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang
pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan
didukunh oleh kegiatan pemasaran terpadu yang diarahkan untuk memberikan
kepuasan konnsumen sebagai kunci keberhasilan organisasi dalam usahanya
mencapai tujuan yang telah diterapkan. Konsep pemasaran bank mengandung arti sebagai berikut: 1. Mempunyai falsafah yang mantap dan bertanggung jawab,
2. Berorientasi pada nasabah di satu pihak,
3. Menguntungkan perusahaan dilain pihak.
Secara umum tujuan pemasaran bank adalah untuk:
1. Memaksimalkan konsumsi,
2. Memaksimalkan kepuasan pelanggan melalui berbagai pelayanan yang
diinginkan nasabah,
3. Memaksimalkan pilihan (ragam produk), dan
4. Memaksimalkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan
kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efesien.
Menurut Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, pemasaran memiliki
elemen penting yang terdiri atas strategy, dan value. Strategi meliputi segmentasi
(segmentation), penentuan target (targeting), dan pemosisian diri (positioning).
Taktik yang harus dilakukan mencakup diferensiasi (differentiation), bauran
pemasaran (marketing mix), dan penjualan (selling). Sedangkan ruang lingkup
value adalah merek (brand), layanan (service), dan proses (process). Berikut strategi pemasaran bank syariah dengan menggunakan Sembilan
elemen pemasaran di atas.
1. Strategy
a. Segmentation
Bank syariah harus mampu melihat potensi pasarnya secara kreatif serta
membaginya kedalam sekmen berdasarkan psikologis dan market behavior. Sudah saatnya tidak melakukan sekmentasi berdasarkan sekmen pasar rasional dan pasar
emosional, tetapi mulai mengarah sekmen pasar rasional yang religius dan yg
rasional seiring perkembangan entitas bank syariah.
Penetapan sekmentasi pasar yang dilakukan harus memperhatikan: faktor
geografis, seperti wilayah, ukurun daerah dan kota, kepadatan penduduk, dan
iklim, aspek demokrafis, seperti umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, dan
pendidikan, ranah psikologis, seperti kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian,
serta perilaku nasabah, antara lain manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat
pemakai, status kesetiaan, dan sikap terhadap produk.
b. Targeting
Dari segmentasi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal
industri, dilakukan beberapa segmen unggulan, seperti segmen usaha yang bisa
menerapkan pola bagi hasil untuk sektor ekonomi tertentu. Lalu bidiklah beberapa
segmen yang sangat tergantung pada ukuran (market size), pertumbuhan (market
growth), keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan situasi kompetisinya
(competitive situation) .
c. Positioning
Memposisikan produk bank syariah sangatlah penting guna mengetauhi
bagaimana nasabah memersepsikan produknya ditengah pesaing yang
berimplikasi terhadap kemampuan inovasi. Sebab persaingan memperebutkan
nasabah tidak dilakukan dipasar, tapi dibenak konsumen (Al Ries dan Jack Trout).
Penentuan sekmentasi diikuti dengan pemusisian produk, merk, dan
perusahaan, misalnya IMB Bank memosisikan diri dengan “IMB Persembahan
Indonesia” atau Bank SBM “untuk masa depan yang lebih baik”. Contoh lain ada
produk dengan tabungan arafah “cara mudah haji mabrur” atau rumah sakinah
“idaman keluarga bahagia” untuk pembiayaan pembelian rumah.
2. Tactic
a. Differentiation
Untuk menjadi pemimpin pasar, perusahaan harus memiliki kualitas
produk yang lebih baik disbandingkan dengan pesaing lain (product leadership)
seperti yang diungkapkan oleh Michael Treacy dan Fred Wiersema dalam buku
mereka, The Discipline of Market Leaders: Choose Your Custumers, Narrow Your
Focus, Daminate Your Market (dikutip Kartajaya dan Listyo, 2006). Diferensiasi
dapat dilakukan melalui konten yang ditawarkan (what to offer), lewat konteks
cara menawarkan (how to offer), dan infrastruktur pendukungnya (enabler)
sehingga produk jasa bank syariah bisa memiliki nilai jual, antara lain terkait
kepastian harga, transparansi, hubungan kemitraan yang setara, ketiadaan unsure
spekulasi, jaminan adanya underlying asset, serta akad yang bervariasi.
b. Marketing Mix
Perbankan merupakan industry jasa sehingga konsep pemasarannya lebih
cenderung mengikuti konsep pemasaran untuk produk jasa. Sedangkan yang
membedakan perbankan dengan industry jasa lainnya adalah banyaknya ketentuan
dan peraturan yang mengikat (high regulated) karena bank merupakan lembaga
kepercayaan (trus company). Marketing mix terdiri atas product, price, promotion,
place (4P), dan dilengkapi aspek people, process, dan physical evidence.
c. Selling
Penyusunan Marketing Mix dilanjutkan dengan strategi menjual (selling)
yang merupakan taktik untuk menciptakan hubungan harmonis jangka panjang
dengan nasabah bukan sekedar transaksional jangka pendek.
Selling yang dilakukan memiliki tingkatan feature selling, benefit selling, dan
salution selling sehingga akan berdampak terhadap perilaku nasabah mulai dari
awareness, penggunaan produk atau jasa sebagai symbol identity, terjalinnya
hubungan jangka panjang, pembentukan komunitas, sehingga pemberian
advokasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar