Kamis, 03 Juni 2021
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku (skripsi dan tesis)
Menurut Philip Kotler, terdapat empat faktor (variabel)
yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain:
a. Fakor Budaya
Menurut Kotler faktor budaya memiliki pengaruh
yang paling meluas dan mendalam terhadap perilaku
konsumen. Faktor ini terdiri dari unsur kultur
(kebudayaan), sub kultur, dan Kelas Sosial.
Pertama, kultur (kebudayaan) adalah determinan
paling fundamental dari keinginan dan perilaku
seseorang. Seorang anak memperoleh seangkaian tata
nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku melalui keluarga
dan lembaga-lembaga kunci lainnya di masyarakat.
Kedua, sub kultur menurut Kotler, kultur terdiri
dari sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberikan
identifikasi dan sosialisasi anggotanya yang lebih
spesifik. Sub kultur mencakup kebangsaan, agama,
kelompok ras, dan daerah geografis. Sub kultur banyak
membentuk segmen pasar yang penting, dan para
pemasar sering merancang produk dan program
pemasaran yang khusus dibuat untuk kebutuhan mereka
(konsumen). Dan ketiga kelas sosial. Di dalam lingkungan
masyarakat, terdapat struktur yang menimbulkan
stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa
suatu sistem kasta dimana anggota dari kasta yang
berbeda memiliki peranan-peranan tertentu. Stratifikasi
sosial sering disebut sebagai kelas sosial. Kelas-kelas
sosial ini memberikan prefrensi produk dan merk dalam
bidang bidang tertentu seperti pakaian, perabitan rumah
dan lain-lain. Kelas-kelas sosial memiliki beberapa
karakteristik.
a) Orang-orang dalam kelas sosial lebih cenderung
untuk berperilaku yang lebih mirip daripada orangorang dari dua kelas sosial lainnya.
b) Orang-orang dipandang mempunyai posisi yang
lebih tinggi atau rendah menurut kelas sosial mereka.
c) Kelas sosial seseorang ditandai oleh beberapa
variabel dan tidak ditandai oleh satu variabel
tertentu. Seperti pekerjaan, kekayaan, pendidikan,
dan orientasi nilai lain.
d) Individu-individu dapat bergerak dari satu kelas ke
kelas lainnya (naik-turun) selama hidup mereka
sampai dimana mobilitas ini tergantung pada
fleksibilitas dan kekakuan sistem stratifikasi sosial
yang ada di masyarakat. b. Faktor Sosial
Menurut Kotler, faktor-faktor sosial seperti
kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial
memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen.
c. Faktor Pribadi Kotler mengungkapkan bahwa perilaku konsumen
selain dipengaruhi oleh budaya dan faktor sosial,
dipengaruhi juga oleh faktor karakteristik pribadi yaitu
usia dan tahap sikus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi,
gaya hidup serta kepribadian dan konsep pribadi pembeli.
d. Faktor Psikologi Menurut Kotler, empat faktor psikologis
memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumen. Faktor
tersebut motivasi, persepsi, pengetahuan, kepercayaan dan
pendirian.
Pertama, manusia memiliki motivasi untuk
memenuhi kebutuhan hidup. Motivasi manusia dalam
memenuhi kebutuhan tersebut bisa bermacam-macam.
Kedua persepsi, perilaku dan tindakan konsumen
menurut Kotler dipengaruhi oleh persepsi konsumen
terhadap produk tertentu. Persepsi didefisinikan sebagai
proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan
menginterpretasikan input informasi untuk menyiptakan
gambaran keseluruhan yang berarti. Dan poin sudah
dijelaskan pada sub bab sebelumnya.
Ketiga pengetahuan. Pada intinya setiap manusia
mereka akan belajar mencari pengetahuan untuk bertindak.
Ahli pengetahuan mengatakan bahwa pengetahuan
seseorang dihasilkan suatu proses yang saling
mempengaruhi dari dorongan, stimuli, petunjuk, tanggapan
dan penguatan. Teori pengetahuan mengajarkan bahwa
seorang pemasar harus bisa menciptakan permintaan akan suatu produk dengan menghubungkannya dorongan yang
kuat, motivasi dan pengetahuan konsumen.
Keempat kepercayaan dan sikap pendirian. Melalui
bertindak dan belajar, manusia akan memperoleh
kepercayaan dan pendirian. Dan hal ini mempengaruhi
perilaku mereka dalam memenuhi kebutuhan. Suatu
kepercayaan diartikan sebagai pikiran diskriptif yang
dianut seseorang mengenai suatu hal. Sedangkan pendirian
menjelaskan evaluasi kognitif yang menguntungkan, rasa
emosional dan kecenderungan tindakan yang mapan dari
seseorang terhadap suatu objek atau ide. Kebanyakan
orang memiliki pendirian terhadap semua hal : agama,
politik, budaya, pakaian, musik, makanan dan sebagainya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar