Jumat, 25 Juni 2021
Brand Management (Manajemen Merek) (skripsi dan tesis)
Brand management adalah proses yang mencoba mengendalikan semua
merek dan kata, dan cara pengambilannya . Manajemen rupakan proses
pengelolaan merek sebuah organisasi dengan tujuan untuk meningkatkan ekuitas
merek (brand equity) dalam jangka panjang. Manajemen juga dapat diartikan
sebagai tanggungjawab merancang identitas merek dan mengolahnya. Dalam
pelaksanaan bisa jadi setiap inisiatif berbeda, namun memiliki tujuan akhir yang
sama, yaitu membangun merek yang unik dan menguntungkan.
Dalam konseptualisasi dan proses pembangunan Merek Kota/Daerah,
brand tidak hanya sebagai alat untuk menarik konsumen, tetapi juga merupakan
asset tidak berwjud (intangible asset) yang penting20. Hal ini karena ada pengaruh
ekonomi pada suatu merek. Merek dapat mempengaruhi konsumen untuk memilih
suatu produk/ jasa, mempengaruhi masayarakat dalam memilih tempat bekerja, dan tentunya investor dalam membeli saham. Bahkan organisasi non-profit mulai
melihat pentingnya merek sebagai aset kunci untuk mendapatkan donasi dan
sponsorship.
Dalam meningkatkan keunggulan merek, maka brand identity (identitas
merek) memiliki peran yang sangat penting. Brand identity merupakan elemen
visual yang dapat mempresentasikan citra sebuah perusahaan maupun institusi di
tengah masyarakat. Identitas merek dapat dikatakan baik jika memiliki kesesuaian
antara penampilan dan isi yang ingin disampaikan. Identitas merek sebuah
perusahaan bisa dilihat dari logonya yang unik dan menarik. Dengan image yang
konsisten dari sebuah perusahaan yang disampaikan melalui identitas merek,
maka visi, misi, dan nilai perusahaan juga bisa tersampaikan dengan baik. Jadi
masyarakat akan merasa familiar dengan brand tertentu.
Brand sangat penting, karena akan selalu muncul di pikiran masyarakat.
Sehingga brand identity yang tepat tentu akan menjadi alat jual yang kuat, dan
membuat brand itu sendiri menjadi kuat pula. Dengan demikian, merek yang kuat
dalam jangka panjang dapat memberikan hasil yang lebih besar bagi para
pemegang saham atau stakeholders. Merek yang kuat akan dapat membantu
perusahaan dalam melakukan perluasan pasar. Selain itu, merek yang kuat tentu
akan mendapatkan posisi khusus dalam benak konsumen karena menawarkan
pesan-pesan yang dapat dipercaya, rasional, atraktif, dan konsisten sepanjang
waktu, sehingga konsumen membentuk pola asosiasi yang kohesif dan
bermakna
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar