Kamis, 03 Juni 2021
Aspek Subjective Norm (skripsi dan tesis)
Aspek Subjective Norm
Norma Subjektif diartikan sebagai dukungan orang-orang terdekat untuk
melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku (Ajzen, 2005). Norma subjektif
ditentukan oleh dua aspek yaitu normative belief (keyakinan normatif), normative
belief adalah keyakinan seseorang mengenai setuju atau tidak setuju yang berasal
dari referent. Referent merupakan orang atau kelompok sosial yang sangat
berpengaruh bagi seseorang baik itu orang tua, pasangan (istrri atau suami), teman
dekat, rekan kerja dan lain-lain tergantung pada tingkah laku yang dimaksud.
Keyakinan normatif (normative belief) berasal dari keyakinan seseorang mengenai
orang-orang terdekatnya (significant others) yang mendukung atau menolak pada
tampilan perilaku tersebut. Keyakinan normatif didapat dari significant others
tentang apakah individu perlu, harus, atau dilarang melakukan perilaku tertentu
dan dari seseorang yang berhubungan langsung dengan perilaku tersebut.
Dan aspek kedua yaitu motivation to comply (keinginan untuk mengikuti),
motivation to comply adalah motivasi individu untuk menampilkan atau mematuhi
perilaku yang diharapkan significant others. Individu yang percaya bahwa
significant others menyetujui suatu perilaku, maka ini akan menjadi tekanan
sosial bagi individu untuk melakukan perilaku tersebut dan begitu sebaliknya.
Hubungan antara dua aspek norma subjektif diatas dapat digambarkan pada
persamaan berikut ini :
Berdasarkan rumus di atas norma subjektif (SN) didapat dari penjumlahan
hasil kali dari normative belief dengan motivation to comply. Dengan kata lain,
orang percaya bahwa individu atau kelompok yang cukup berpengaruh
terhadapnya akan mendukung ia untuk melakukan tingkah laku tertentu, maka hal
ini menyebabkan ia menjadi terdorong untuk melakukaknnya. Sebaliknya, jika ia
percaya individu atau kelompok yang cukup berpengaruh terhadap dirinya tidak
mendukung ia untuk melakukan tingkah laku tertentu, maka hal ini membuat
dirinya untuk tidak melakukan tingkah laku tersebut. Determinan ini dapat dinilai
secara langsung dengan meminta responden untuk menilai seberapa besar
kemungkinan bahwa kebanyakan orang-orang yang penting bagi mereka akan
menyetujui mereka melakukan perilaku tertentu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar