Model ECSI merupakan model yang menjelaskan tentang indikator
ekonomi untuk menganalisis dan mengukur kepuasan pelanggan (Bayol et. al,
2000). Michel Tenenhaus (2002), ECSI digunakan untuk mempermudah penyedia
mengukur kepuasan pelanggan. Teori pada model ECSI yang disederhanakan
terdiri dari 5 variabel laten yang saling berhubungan yaitu :
1 Citra (Image)
Citra adalah bagaimana cara masyarakat atau publik menilai dan
memandang suatu organisasi, perusahaan, seseorang,dll. Ada lima jenis citra yang
dipaparkan Jefkins (2003) di buku Public Relation. Berikut lima jenis citra yang
dipaparkan sebagai berikut :
1. Citra bayangan (mirror image), adalah citra dimana suatu organisasi terhadap
anggapan dari pihak luar tentang organisasinya.
2. Citra yang berlaku (current image), adalah citra yang diyakini oleh pihak luar
mengenai suatu organisasi.
3. Citra harapan (wish image), adalah suatu citra dimana pemimpin organisasi
menginginkan suatu pencapaian terhadap organisasinya agar bisa dikenal, dan
diterima secara positif oleh publik.
4. Citra perusahaan (coorporate image), adalah citra dari suatu organisasi yang
tidak hanya dinilai dari produk dan pelayanannya, tapi dinilai secara
keseluruhan.
5. Citra majemuk (multiple image), adalah banyaknya jumlah anggota dari
sebuah organisasi yang dapat memunculkan citra yang belum tentu sama
dengan organisasi tersebut secara keseluruhan.
.2 Harapan Pengguna (Customer Expectation)
Harapan pengguna suatu barang akan terus – menerus berkembang sesuai
dengan perkembangan jaman. Suatu perusahaan dituntut untuk melayani harapan
pengguna demi tercapainya suatu kepuasan yang dapat dirasakan oleh pengguna.
Menurut Gilbert (2003) dalam Semuel (2006), elemen dari harapan pengguna
dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Tangible adalah segala sesuatu yang betujuan untuk mewujudkan dan
mendukung operasional suatu layanan jasa apapun ke pelanggan.
2. Realibility adalah kemampuan pengelola atau pelayanan jasa dalam
mewujudkan, dan memberikan layanan jasa yang telah dijanjikan.
3. Responsiveness adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh pengelola atau
layanan jasa secara tanggap untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan
pelanggan.
4. Competence adalah kemampuan untuk menciptakan kepercayaan pada
pelanggan dengan memberikan suatu jaminan pengetahuan kepada pengelola
atau pelayanan jasa.
5. Emphaty adalah sikap peduli, perhatian, pengertian dari pengelola atau
pelayanan jasa akan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
.3 Kepuasan Pengguna (Customer Satisfaction)
Menurut Kotler (2000) kepuasan pengguna merupakan suatu perasaan
seseorang suka atau kecewa yang dihasilkan dari membandingkan suatu produk
yang dihasilkan dalam kaitan dengan harapannya. Kepuasan pengguna adalah
suatu kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi atau melebihi kebutuhan
pelanggan dan harapan (Boone & Kurtz, 1995). Maka dapat disimpulkan bahwa
kepuasaan pengguna adalah mencangkup tentang membandingkan atau
membedakan antara suatu harapan pelanggan terhadap produk dengan hasil atau
kineja suatu produk.
4 Loyalitas Pengguna (Customer Loyality)
Loyalitas pengguna merupakan tindakan seseorang terhadap loyalitasnya
pada suatu objek tertentu yang diinginkannya. Objek tersebut dapat berupa merk,
produk, atau toko (Rowles & Dawes dalam Dharmesta & Darsono, 2005).
Loyalitas pengguna suatu barang sangat penting bagi suatu penyedia jasa dalam
mempertahankan produk yang mereka jual ke pelanggannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar