Jumat, 09 Oktober 2020

Kesetiaan Pasien (skripsi dan tesis)

 
Oliver (1999) menyatakan bahwa kesetiaan (loyalitas) adalah pilihan yang
dilakukan konsumen untuk membeli merek tertentu dibandingkan merek yang lain dalam satu kategori produk. Konsumen akan memberikan loyalitas dan
kepercayaannya pada merek selama merek tersebut sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh konsumen, bertindak dalam cara-cara tertentu dan menawarkan nilai-nilai tertentu. Konsumen yang loyal terhadap suatu merek tertentu memilki sikap
yang positif dan setia terhadap merek tersebut.
Menurut Griffin (2002) menyatakan ada beberapa hal yang mempengaruhi
kesetiaan/loyalitas, yaitu :
1. Pengaruh dari konsumen
Karakteristik individu mempunyai kaitan dengan keputusan
memakai/membeli merek tertentu. Karakteristik individu itu terdiri dari faktor
demografis dan faktor psikografis. Yang termasuk faktor demografis, yaitu usia dan
penghasilan.
a. Usia
Hubungan usia dengan loyalitas merek sangat positif. Semakin bertambah
usia seseorang maka loyalitas juga semakin bertambah. Wright dan Sparks dalam Wood (2004) menyatakan bahwa loyalitas merek yang tinggi terdapat pada individu yang berusia 35 sampai 44 tahun. Hal tersebut didukung oleh Murder (2000) yang mengungkapkan bahwa individu antara 18-34 tahun memilki loyalitas rendah. Individu pada usia tersebut merupakan segmen yang mudah dibujuk oleh iklan, lebih fleksibel dalam memilih merek dan lebih suka bereksperimen dengan berbagai merek.
b. Penghasilan
Menurut Farley dalam Harton R (1984) menyatakan bahwa pendapatan
berhubungan dengan loyalitas. Individu dengan pendapatan yang lebih tinggi akan lebih sedikit mencari informasi mengenai harga-harga dari merek lain sehingga individu tersebut lebih setia terhadap merek yang digunakannya.
2. Pengaruh dari merek
Dalam mengambil keputusan terhadap pembelian sebuah merek, konsumen
akan mencari nilai dan harga dari merek. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa karakteristik produk dapat mempengaruhi loyalitas merek.
3. Pengaruh sosial
Kelompok sosial dapat mempengaruhi loyalitas merek. Yang termasuk dalam
pengaruh sosial adalah :
a. Social group influences (pengaruh kelompok sosial)
Kelompok sosial berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap
sikap dan tingkah laku seseorang. Suatu kelompok akan menjadi referensi utama seseorang dalam membeli suatu produk, ketika individu mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok tersebut. Besar tidaknya pengaruh dari kelompok referensi tergantung dari mudah tidaknya individu untuk dipengaruhi. Dalam keluarga, orang tua yang konsisten dalam memilih merek tertentu akan menyebabkan munculnya persepsi positif terhadap merek pada diri anak. Hal ini menyebabkan anak juga akan memilih merek tersebut dan menjadi loyal.
b. Peers recommendation (rekomendasi teman sebaya)
Selain kelompok referensi, rekomendasi atau anjuran teman sebaya juga dapat mempengaruhi loyalitas. Pengaruh normatif teman sebaya dan identifikasi terhadap kelompok teman sebaya merupakan petunjuk bagi individu untuk mencari produk, merek atau toko. Sehingga dapat dikatakan bahwa norma kelompok berpengaruh secara langsung terhadap evaluasi, memilih dan loyal terhadap merek.

 

Tidak ada komentar: