Definisi dari Standar ISO 9000 untuk sistem manajemen mutu (Quality
Management System, QMS) adalah struktur organisasi, tanggung jawab, prosedurprosedur; proses-proses dan sumber-sumber daya untuk penerapan manajemen
mutu (Gasperst: 2003). Suatu sistem manajemen mutu merupakan sekumpulan
prosedur terdokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen sistem
yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap
kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kebutuhan atau persyaratan itu ditentukan
atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi. Sistem manajemen mutu
mendefinisikan bagaimana organisasi menerapkan praktik manajemen mutu
secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan pasar. Terdapat
beberapa karakteristik umum dari sistem manajemen mutu:
1. Sistem manajemen mutu mencakup suatu lingkup yang luas dari
aktivitasaktivitas dalam organisasi moderen. Mutu dapat didefinisikan
melalui lima pendekatan utama:
a. transcendent quality, yaitu suatu kondisi ideal menuju keunggulan;
b. product-based quality, yaitu suatu atribut produk yang memenuhi mutu;
c. user-based quality, yaitu kesesuaian atau ketepatan dalam penggunaan
produk;
d. manufacturing-based quality, yaitu kesesuaian terhadap persyaratanpersyaratan standar, dan
e. value-based quality, yaitu derajat keunggulan pada tingkat harga yang
kompetitif.
2. Sistem manajemen mutu berfokus pada konsistensi dari proses kerja. Hal ini
sering mencakup beberapa tingkat dokumentasi terhadap standar-standar
kerja.
3. Sistem manajemen mutu berlandaskan pada pencegahan kesalahan sehingga
bersifat proaktif, bukan pada deteksi kesalahan yang bersifat reaktif. Patut
diakui pula bahwa banyak sistem manajemen mutu tidak akan efektif 100%
pada pencegahan semata, sehingga sistem manajemen mutu juga harus
berlandaskan pada tindakan korektif terhadap masalah-masalah yang
ditemukan. Dalam kaitan dengan hal ini, sistem manajemen mutu
merupakan suatu closed loop system yang mencakup deteksi, umpan balik
dan koreksi. Bagaimanapun proporsi yang terbesar (lebih dari 85%) harus
diarahkan pada pencegahan kesalahan sejak tahap awal.
4. Sistem manajemen mutu mencakup elemen-elemen: tujuan (objectives),
pelanggan (costumers), hasil-hasil (out-put), pemasok (suppliers) dan
pengukuran untuk umpan balik (measurements for feedback and
feedforward).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar