Kinerja karyawan merupakan sebuah kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh individu atau kelompok dalam melaksanakan suatu tugas
(Schermerhorn, 1989). Kinerja didefinisikan sebagai jumlah dari total
barang, jasa dan pemikiran yang didapatkan melalui proses
penyelesain tugas yang diberikan kepada karyawan terhadap realisasi
organisasi sesuai dengan ketentuan kriteria dan kualifikasi pribadi
karyawan (Pugh, 1991). Viswesvaran & Ones (2000) mendefinisikan
11
kinerja karyawan sebagai perilaku dan hasil yang melibatkan karyawan
terkait dengan kontribusi pada tujuan organisasi. Kinerja karyawan
dapat diukur, dipantau, dan dievaluasi pada tingkat individu
(Munchinsky, 2003). Wall et al. (2004) mengatakan kinerja karyawan
merupakan salah satu dimensi penting dalam menilai suatu organisasi
secara keseluruhan. Sarmiento & Beale (2007) berpendapat kinerja
pekerjaan sebagai hasil dua elemen, yaitu kemampuan dan
keterampilan baik secara alami ataupun dilatih oleh seorang karyawan
dalam rangka pemenuhan tugas yang lebih baik. Tinofirei (2011)
berpendapat bahwa kinerja karyawan merupakan keberhasilan
menyelesaikan tugas, sebagaimana ditetapkan dan diukur oleh
supervisor bedasarkan standar yang dapat diterima dan telah ditetepkan
dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien. Kinerja
karyawan menjadi faktor penting dalam peningkatan hasil akhir,
peningkatan perilaku dan karakteristik positif karyawan sekaligus
meningkatkan produktifitas organisasi (Zahargier & Balasundaram,
2011). Oleh karena itu dari definisi di atas kinerja karyawan
merupakan sejauh mana seorang karyawan dapat menyelesaikan tugas
yang yang dibebankan kepadanya dan bagaimana tugas tersebut
berkontribusi terhadap realisasi tujuan perusahaan (Mawoli &
Babandoko, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar