Selasa, 14 April 2020

Volatility (skripsi dan tesis)


Jogiyanto (2008) mendefinisikan volatility sebagai fluktuasi pada periode tertentu dari suatu sekuritas  atau portofolio. Kemudian Brigham dan Houston (2006) menjelaskan bahwa volatility  terbagi menjadi dua yakni volatility harga saham dan volatility keuntungan. Volatility harga saham merupakan risiko investasi sedangkan volatility keuntungan tidak selalu diartikan sebagai risiko investasi. Harga saham yang memiliki volatility rendah maka pergerakan sahamnya pun sangat rendah, oleh karena itu biasanya investor dalam jangka pendek tidak dapat memperoleh keuntungan dan jika investor ingin mendapatkan keuntungan maka harus memegang sahamnya dalam jangka panjang. Menurut Chan dan Fong (2000) investor yang berinvestasi untuk jangka panjang biasanya menyukai volatility yang rendah sedangkan investor yang berinvestasi jangka pendek biasanya menyukai saham dengan volatility yang tinggi dan volume perdagangan secara signifikan akan berpengaruh positif terhadap volatility harga.
Implikasi dasar dari  noise trader menurut Brown (1999) bahwa investor irasional secara jelas bertindak pada saat sinyal noise  yang menyebabkan risiko sistematis. Apabila noise traders dapat mempengaruhi harga maka singal noise merupakan sentimen dan risiko dari noise traders yang dapat memunculkan volailtity, oleh karena itu sentimen seharusnya berkorelasi dengan volatility. Volatility dapat dihitung dengan menggunakan standar deviasi dari return (Sayim et al, 2013). Return pada hari ke-i dikurangi rata-rata aritmatika return kemudian dikuadratkan. Kemudian dijumlahkan dan dibagi banyaknya hari dikurangi satu dan selanjutnya diakar pangkat dua.

Tidak ada komentar: