Selasa, 14 April 2020

Uji Prasyarat Vector Auto Regression (VAR)

a.       Uji Stasioner Data dan Derajat Integrasi
Aija (2011) menjelaskan bahwa langkah awal untuk menguji stasioneritas dalam estimasi model ekonomi yang bersifat time series adalah dengan uji stasioneritas data yang dilakukan dengan menggunakan ADF (Augmented Dickey-Fuller) pada level yang sama sampai didapatkan data memiliki varians kecil dan memiliki tendesi untuk mendekati nilai rata-rata. Selanjutnya untuk menguji adanya persepsi bahwa suatu data time series tidak stasioner dapat menggunakan uji akar unit atau uji stasioner. Stasioner merupakan data yang memiliki sifat flat, tidak memiliki komponen trebd, keragaman kosntan, dan tidak terjadi fluktuasi secara periodik.
b.      Penetapan Lag Length
Permasalahan yang biasanya terjadi dalam uji stasioneritas merupakan penetapan lag optimal. Apabila lag  yang digunakan terlalu sedikit maka residual dari regresi tidak akan menunjukkan proses white noise yang mengakibatkan model tidak dapat mengestimasi actual error secara teat. Hal tersebut akan mengakibatkan standar kesalahan dan γ tidak dapat diprediksi dengan baik. Begitupun sebaliknya apabila lag yang digunakan terlalu banyak maka akan mengurangi kemampuan untuk menolak H0, hal tersebut terjadi dikarenakan parameter yang digunakan terlalu banyak akan mengurangi derajat kebebasan. Lag yang optimal akan dipergunakan pada analisis VAR.
c.       Uji Kointegrasi
Kointegrasi merupakan ekuilibrium atau hubungan jangka panjang antar variabel yang tidak stasioner. Selanjutnya apabila semua variabel dalam penelitian telah memenuhi persyaratan untuk prosedur integrasi, pengujian kointegrasi dapat dilakukan untuk memperoleh ekuilibrium antara variabel bebas dengan model variabel terikat. Meskipun dalam penelitian ditemukan variabel yang tidak stasioner akan tetapi kombinasi atar variabel penelitian dapat berubah menjadi stasioner dengan menjalankan langkah selanjutnya dalam estimasi VAR merupakan uji konintegrasi agar mengetahui adanya hubungan antar variabel (Widarjono, 2007).
Salah satu uji yang dilakukan dalam uji kointegrasi adalah dengan menggunakan metode Johansen. Dalam penelitian ini menggunakan uji kointegrasi  dengan  metode Johansen.
d.      Estimasi VAR dan VECM
Untuk mendeskripsikan hubungan antar variabel dapat menggunakan pendekatan struktural teori ekonomi. Namun dalam pendekatan ekonomi tidak cukup menyediakan spesifikasi yang tepat atas hubungan dinamis antar variabel, seperti teori yang terlalu kompleks mengakibatkan simplifikasi yang dibuat atau bisa dikatakan bahwa fenomena yang terjadi sangat kompleks apabila dijelaskan dengan teori yang ada. Kemudian untuk mengatasi permasalahan tersebut tersebut VAR muncul dengan pertimbangan bahwa model VAR dapat meminimalkan pendekatan teori ekonomi secara baik. Melalui model VAR peneliti dapat dengan mudah memperhatikan dua hal, yakni: pertama peneliti tidak harus membedakan variabel endogen dan variabel eksogen. Variabel yang digunakan dalam penelitian baik variabel endogen maupun variable; eksogen diyakini saling berhubungan seharusnya dimasukkan kedalam variabel  eksogen dalam model VAR. Kemudian yang kedua adalah peneliti dapat melihat hubungan antar variabel dalam model VAR dengan menggunakan sejumlah kelambanan variabel dalam penelitian. Kelambanan penelitian digunakan untuk melihat efek dari variabel satu terhadap variabel yang lain dalam model (Widarjono, 2007).

Tidak ada komentar: