a.
Uji Stasioner Data dan
Derajat Integrasi
Aija (2011) menjelaskan bahwa langkah
awal untuk menguji stasioneritas dalam estimasi model ekonomi yang bersifat time series adalah dengan uji stasioneritas
data yang dilakukan dengan menggunakan ADF (Augmented
Dickey-Fuller) pada level yang sama sampai didapatkan data memiliki varians
kecil dan memiliki tendesi untuk mendekati nilai rata-rata. Selanjutnya untuk
menguji adanya persepsi bahwa suatu data time
series tidak stasioner dapat menggunakan uji akar unit atau uji stasioner. Stasioner
merupakan data yang memiliki sifat flat, tidak memiliki komponen trebd,
keragaman kosntan, dan tidak terjadi fluktuasi secara periodik.
b.
Penetapan Lag Length
Permasalahan yang biasanya terjadi dalam
uji stasioneritas merupakan penetapan lag
optimal. Apabila lag yang digunakan terlalu sedikit maka residual
dari regresi tidak akan menunjukkan proses white
noise yang mengakibatkan model tidak dapat mengestimasi actual error secara teat. Hal tersebut akan mengakibatkan standar kesalahan dan γ tidak
dapat diprediksi dengan baik. Begitupun sebaliknya apabila lag yang digunakan terlalu banyak maka akan mengurangi kemampuan
untuk menolak H0, hal tersebut terjadi dikarenakan parameter yang digunakan
terlalu banyak akan mengurangi derajat kebebasan. Lag yang optimal akan dipergunakan pada analisis VAR.
c.
Uji Kointegrasi
Kointegrasi merupakan ekuilibrium atau
hubungan jangka panjang antar variabel yang tidak stasioner. Selanjutnya apabila
semua variabel dalam penelitian telah memenuhi persyaratan untuk prosedur
integrasi, pengujian kointegrasi dapat dilakukan untuk memperoleh ekuilibrium
antara variabel bebas dengan model variabel terikat. Meskipun dalam penelitian
ditemukan variabel yang tidak stasioner akan tetapi kombinasi atar variabel
penelitian dapat berubah menjadi stasioner dengan menjalankan langkah
selanjutnya dalam estimasi VAR merupakan uji konintegrasi agar mengetahui
adanya hubungan antar variabel (Widarjono, 2007).
Salah satu uji yang dilakukan dalam uji
kointegrasi adalah dengan menggunakan metode Johansen. Dalam penelitian ini menggunakan uji kointegrasi dengan
metode Johansen.
d. Estimasi VAR dan VECM
Untuk mendeskripsikan hubungan antar variabel dapat
menggunakan pendekatan struktural teori ekonomi. Namun dalam pendekatan ekonomi
tidak cukup menyediakan spesifikasi yang tepat atas hubungan dinamis antar
variabel, seperti teori yang terlalu kompleks mengakibatkan simplifikasi yang
dibuat atau bisa dikatakan bahwa fenomena yang terjadi sangat kompleks apabila
dijelaskan dengan teori yang ada. Kemudian untuk mengatasi permasalahan
tersebut tersebut VAR muncul dengan pertimbangan bahwa model VAR dapat
meminimalkan pendekatan teori ekonomi secara baik. Melalui model VAR peneliti
dapat dengan mudah memperhatikan dua hal, yakni: pertama peneliti tidak harus
membedakan variabel endogen dan variabel eksogen. Variabel yang digunakan dalam
penelitian baik variabel endogen maupun variable; eksogen diyakini saling
berhubungan seharusnya dimasukkan kedalam variabel eksogen dalam model VAR. Kemudian yang kedua adalah
peneliti dapat melihat hubungan antar variabel dalam model VAR dengan
menggunakan sejumlah kelambanan variabel dalam penelitian. Kelambanan
penelitian digunakan untuk melihat efek dari variabel satu terhadap variabel
yang lain dalam model (Widarjono, 2007).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar