Selasa, 14 April 2020

Sentimen investor (skripsi dan tesis)

 Sentimen investor merupakan bagian dari ekspresi perilaku keuangan. Dalam beberapa hasil penelitian sentimen diduga memiliki hubungan dengan return dan harga saham. Brown dan Cliff (2004) menggunakan sejumlah besar indikator sentimen untuk menginvestigasi hubungan antara sentimen dengan return ekuitas dan menemukan banyak bukti kuat bahwa sentimen dipengaruhi oleh return. Baker dan wugler (2007) mempelajari efek secara teoritis dari sentimen investor pada berbagai jenis saham. Dalam Studi keuangan permasalahan terhadap sentimen investor yang memperdebatkan tentang peran dan pengaruh harga aset. Sentimen investor dipandang sebagai psikologi massa, karena harga aset sangat berpengaruh terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan. Namun, beberapa penelitian keuangan berpendapat bahwa sentimen investor tidak mempengaruhi harga saham terhadap analisis fundamental (De Long et al., 1990 dan Shleifer dan Vishny, 1997). Berdasarkan definisi sentimen dikutip pada beberapa artikel dan karakterisasi Baker/Wurgler, sentimen mencerminkan guncangan permintaan yang menyebabkan kurangnya informasi dan valuasi subjektif dari para investor. Sentimen investor merupakan bagian dari ekspresi perilaku keuangan. Dalam beberapa hasil penelitian sentimen diduga memiliki hubungan dengan return dan harga saham. Brown dan Cliff (2004) menggunakan sejumlah besar indikator sentimen untuk menginvestigasi hubungan antara sentimen dengan return ekuitas dan menemukan banyak bukti kuat bahwa sentimen dipengaruhi oleh return. Baker dan wugler (2007) mempelajari efek secara teoritis dari sentimen investor pada berbagai jenis saham. Dalam Studi keuangan permasalahan terhadap sentimen investor yang memperdebatkan tentang peran dan pengaruh harga aset. Sentimen investor dipandang sebagai psikologi massa, karena harga aset sangat berpengaruh terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan. Namun, beberapa penelitian keuangan berpendapat bahwa sentimen investor tidak mempengaruhi harga saham terhadap analisis fundamental (De Long et al., 1990 dan Shleifer dan Vishny, 1997). Berdasarkan definisi sentimen dikutip pada beberapa artikel dan karakterisasi Baker/Wurgler, sentimen mencerminkanguncangan permintaan yang menyebabkan kurangnya informasi dan valuasi subjektif dari para investor. Beaumont (2005) mengklasifikasikan pengukuran sentimen sebagai implisit dan eksplisit. Implisit adalah dengan melakukan langkah-langkah pengukuran yang dibangun dari data keuangan yang diamati secara objektif, sedangkan eksplisit merupakan pengukuran berdasarkan survei yang mencoba untuk menangkap suasana pasar secara langsung. Selain dua kategori pengukuran sentimen yang telah disebutkan, ada jenis pengukuran ketiga yang tidak didasarkan pada data pasar murni maupun survei investor. Tipe ini disebut sebagai meta-measure. Biasanya pengukuran ini berdasarkan pada campuran dari banyak pendapat/opini. Ciccone (2003) menggunakan pendapat para analisis sebagai human-level measure dari pengukuran sentimen investor. Pengukuran sentimen tidak langsung merujuk ke variabel keuangan dan memerlukan teori yang berkaitan terhadap sentimen. Kelemahan pengukuran tidak langsung terletak pada perlunya membangun teori dan interpretasi masingmasing. Namun, penggunaan pengukuran tidak langsung dari sentimen investor telah menyebar pada literatur akademik karena dengan mudah dapat dibangun dan berdasarkan data pasar yang sederhana.

Tidak ada komentar: