Yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi
segala kewajiban finansialnya apabila sekiranya perusahaan tersebut
dilikuidasi.
Suatu perusahaan yang solvable berarti perusahaan tersebut
mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua
hutang-hutangnya, tetapi tidak dengan sendirinya perusahaan tersebut likuid.
Sebaliknya, perusahaan yang insolvable tidak dengan sendirinya berarti perusahaan juga likuid. Dalam
hubungan antara likuiditas dan solvabilitas ada empat kemungkinan yang dapat
dialami oleh perusahaan, yaitu : (Riyanto,1998:33)
a.
Perusahaan yang likuid tetapi insolvable.
b.
Perusahaan yang likuid dan solvable.
c.
Perusahaan yang solvable tetapi illikuid.
d.
Perusahaan yang insolvable dan illikuid.
Baik perusahaan yang insolvable maupun illikuid, keduanya
suatu waktu akan menghadapi kesukaran financial pada saat memenuhi
kewajibannya.
Rasio leverage menunjukkan
seberapa besar kebutuhan dana perusahaan dibelanjai dengan hutang. Perusahaan
dengan rasio leverage yang rendah, memiliki resiko kecil apabila kondisi
perekonomian menurun, tetapi sebaliknya, apabila kondisi perekonomian sedang
naik (boom) perusahaan akan
kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan (return) yang relatif besar. Keputusan tentang penggunaan leverage
harus dipertimbangkan dengan seksama antara kemungkinan resiko (risk) dengan tingkat keuntungan (expected return) yang akan diperoleh.
Rasio
Total modal sendiri dibanding total aktiva (Rasio TMS terhadap TA merupakan
salah satu rasio leverage. Rasio ini
menunjukkan pentingnya dari sumber modal pinjaman dan tingkat keamanan yang
dimiliki oleh kreditur.Semakin tinggi rasio ini berarti semakin kecil jumlah
modal pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan.Semakin rendah
rasio ini menandakan semakin besar penggunaan jumlah modal pinjaman yang
digunakan untuk membiayai aktiva perusahaaan.Rasio antara total modal sendiri
dengan total aktiva disebut juga sebagai proprietory
ratio atau stockholder’s equity ratio
yang menunjukkan tingkat solvabilities perusahaan (likuiditas jangka panjang).
Jika suatu perusahaan mempunyai earning yang tidak stabil sebaiknya menggunakan modal pinjaman yang
semakin kecil (seminimum mungkin) hal ini dikarenakan agar beban bunga yang
dibayarkan juga lebih ringan.
Rasio TMS terhadap TA merupakan rasio leverage yang dapat
mengukur sumber pembiayaan hutang sebagai sumber pembiayaan yang berbiaya tetap
yang digunakan oleh suatu perusahaan. Semakin rendahnya rasio ini menunjukkan
perseroan lebih banyak menggunakan hutang-hutangnya untuk membiayai asetnya. Rendahnya
rasio ini dapat membuat ROE menjadi lebih kecil dan tingginya jumlah hutang
dapat membuat Perseroan mengalami kesulitan membayar bunga dan pokok
pinjamannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar