Manajemen Strategi adalah sekumpulan keputusan manajerial
dan aksi pengambilan keputusan jangka panjang di dalam perusahaan. Hal ini
termasuk analisis lingkungan (lingkungan eksternal dan internal), formulasi
strategi, implementasi strategi, dan evaluasi dan kontrol (Wheelen and Hunger, 2012:53). Tahapan manajemen strategik saling memiliki interaksi dan
timbal balik dari tahap pertama hingga akhir.
Manajemen Strategik ini dapat dilihat sebagai suatu proses yang meliputi sejumlah tahapan yang saling
berkaitan dan berurutan (Kuncoro,2006:13). Proses manajemen strategik bersifat
dinamis dan merupakan sekumpulan
komitmen, keputusan, dan aksi yang diperlukan suatu perusahaan atau organisasi
untuk mencapai strategic competitiveness dan menghasilkan keuntungan
diatas rata-rata (Kuncoro, 2006:13). Dari tahapan proses manajemen strategik
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen strategik merupakan sekumpulan
keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan dan implementasi rencana
yang didesain untuk mencapai tujuan suatu perusahaan. Manajemen strategik
melibatkan pengambilan keputusan jangka panjang yang berorientasi masa depan
serta rumit dan membutuhkan cukup banyak sumber daya, maka partisipasi
manajemen puncak sangat penting (Pearce & Robinson, 2008:21).
Dengan pendekatan manajemen strategik, manajer pada semua
tingkatan perusahaan berinteraksi dalam perencanaan dan implementasinya.
Sebagai akibatnya, konsekuensi perilaku manajemen strategik serupa dengan pengambilan
keputusan partisipatif. Oleh karena itu, penilaian yang akurat mengenai dampak
dari formulasi strategi terhadap penerapan manajemen strategik organisasi tidak
hanya memerlukan kriteria evaluasi keuangan, tetapi juga
non keuangan pengukuran dampak berbasis perilaku (Pearce & Robinson ,
2008:13).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar