Rasio
ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancar
yang segera harus dipenuhi dengan kas atau setara kas yang dimilikinya.
Jika piutang usaha dinilai sulit tertagih, komponen
aktiva lancar yang benar-benar siap dicairkan adalah kas dan surat berharga
jangka pendek. Jadi, rasio kas mengukur likuiditas dari aktiva lancar yang
pasti dapat dicairkan menjadi kas. Bilamana persediaan diperkirakan lama terjual dan piutang lama tertagih,kita
sebaiknya menggunakan rasio kas sebagai
pengukur likuiditas. Menurut Mardiyanto (2009:56), rasio ini dimaksudkan untuk
mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dengan cepat tanpa harus
menagih piutang ataupun menjual persediaan, rasio ini sangat penting untuk
diketahui, karena walaupun current ratio dan quick ratio tinggi
tetapi apabila sebagian besar current assets terdiri dari piutang dan
persediaan, maka kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
masih belum dijamin.
Apabila cash
ratio terlalu tinggi juga kurang baik karena ada dana yang menganggur atau
belum digunakan secara optimal. Sebaliknya apabila cash ratio terlalu rendah juga mencerminkan kondisi keuangan
perusahaan kurang baik karena untuk membayar kewajiban masih memerlukan waktu
untuk menjual sebagian dari aktiva lancar lainnya.
Bila current
ratio baik sedangkan cash ratio
terlalu tinggi berarti mungkin perlu meningkatkan jumlah piutang dan persediaan.
Namun apabila current ratio baik tapi cash ratio tinggi sedangkan cash ratio
rendah, mungkin jumlah piutang dan persediaan terlalu tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar