Steven Covey berpendapat proaktivitas memiliki tiga aspek, yaitu :
1 Kebebasan memilih respon
Frankl (Covey, Saputra (Ed) 2010:81) menggambarkan sebuah peta
diri dalam mengembangkan proaktivitas.
Pada kebebasan memilih, terkandung unsur-unsur sebagai berikut :
1 Kesadaran diri (Self-Awareness)
Kesadaran diri yaitu kemampuan untuk melihat, memikirkan,
merenungkan dan menilai diri sendiri. Kesadaran diri tidak hanya
mempengaruhi sikap individu melainkan mempengaruhi cara pandang
atau pola pikir terhadap sesuatu diluar diri individu. Individu memikirkan
dahulu apa yang terjadi pada saat mengahadapi suatu peristiwa.
Merenungkan permasalahan yang sedang di hadapi. Kemudian berpikir
KE secara realistis.Kesadaran diri dalam penelitian adalah kemampuan
peserta didik dalam melihat, memikirkan, merenungkan dan
mengevaluasi perilaku diri sendiri dalam menghadapi permasalahan.
.2 Imajinasi (Imagination)
Imajianasi yaitu kemampuan untuk membayangkan sesuatu
melampaui realitas empiris yang memungkinkan individu untuk
menciptakan sesuatu dalam pikiran yang tidak dibatasi oleh dunia nyata.
Sebelum merespon permasalahan yang dihadapi, individu
membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
Kemungkinan dapat merupakan sesuatu yang baik ataupun yang buruk.
Daya imajinasi memberikan peluang untuk membayangkan masa depan,
akan menjadi apa nanti. Imajinasi menjadi salah satu cara untuk
mempertimbangkan keputusan yang akan diambil. Imajinasi dalam
penelitian adalah kemampuan peserta didik dalam membayangkan
kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi kepada diri sendiri dalam
merespon permasalahan.
3 Kata Hati (Conscience)
Kata Hati adalah kesadaran batin yang mendalam tentang benarsalah, baik-buruk sebagai prinsip yang mengatur perilaku manusia
sehingga dapat menyelaraskan pikiran perasaan dan tindakannya. Kata
hati adalah “suara batin” yang akan memberitahu individu untuk
membedakan yang benar dan salah. Kata hati dalam penelitian adalah
kemampuan peserta didik untuk menyertakan nilai-nilai yang berlaku
sebelum merespon permasalahan.
4 Kehendak Bebas (Independent Will)
Kehendak bebas adalah kemampuan untuk bertindak berdasarkan
kesadaran diri dan bebas dari segala pengaruh lain. Individu, memiliki
kebebasan untuk memilih apa yang akan dilakukan. Kebebasan dilakukan
dengan kesadaran diri dan setelah melalui proses berpikir. Kehendak
bebas dalam penelitian adalah kemampuan peserta didik dalam memilih
respon setelah melalui proses berpikir.
2 Kemampuan mengambil inisiatif
Menurut Stephen Covey (Saputra (Ed) 2010: 86) sifat dasar
manusia adalah bertindak, dan bukan menjadi sasaran tindakan.
Kemampuan mengambil inisiatif memungkinkan seorang individu untuk
memilih jawaban terhadap suatu keadaan bahkan memberi kekuatan
untuk menciptakan keadaan tertentu. Individu yang memiliki proaktivitas
merupakan solusi bagi sebuah masalah karena mempunyai inisiatif untuk
mengerjakan apa saja yang diperlukan dan konsisten pada prinsip-prinsip
yang benar untuk menyelesaikan masalah. Inisiatif perlu dimiliki oleh
individu agar individu tidak selalu menunggu perubahan yang datang
menghampiri, namun individu yang harus membuat perubahan terjadi
pada dirinya.
Pada kemampuan mengambil inisiatif terdapat dua indikator yaitu
rasa ingin tahu dan antisipasi (Arif, 2005:34) Rasa ingin tahu dalam
kemampuan mengambil inisiatif adalah perasaan tidak puas dengan apa
yang telah diketahui oleh kebanyakan orang sehingga individu terus
terpacu untuk menambah pengetahuan. Individu perlu memiliki
pengetahuan yang lebih luas dari lingkungan sekitarnya agar tidak
menjadi sasaran tindakan. Misalnya, seorang peserta didik tidak bisa
mengerjakan tugas Matematika kemudian peserta didik bertanya kepada
guru matematika di luar jam pelajaran untuk mendapatkan penjelasan
lebih lanjut. Rasa ingin tahu membuat individu merasa tidak memiliki
alasan untuk menyerah karena individu menyadari banyak hal yang dapat
dilakukan.
Antisipasi dalam kemampuan mengambil inisiatif adalah
perbuatan mendahului tanpa diminta oleh orang lain sebagai bentuk
pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan resiko yang mungkin
terjadi (Arif, 2005:34). Antisipasi dilakukan agar individu dapat terhindar
dari situasi buruk yang mungkin terjadi. Misalnya, seorang peserta didik
16
belajar terlebih dahulu di rumah tentang materi yang akan diajarkan
keesokan harinya.
Kemampuan mengambil inisiatif dalam penelitian adalah
kemampuan peserta didik untuk mampu bertindak dan tidak menjadi
sasaran tindakan dengan didasari dengan rasa ingin tahu yang positif dan
antisipasi.
.3 Kemampuan untuk bertanggung jawab
Pada bahasa inggris, tanggung jawab adalah responsibility yang
berasal dari dua buah kata “response-ability” atau dalam bahasa
Indonesia adalah “kemampuan merespon”. Stephen Covey (Saputra (Ed)
2010:82) mengartikan tanggung jawab sebagai kemampuan individu
dalam merespon sesuatu.Proaktivitas membuat individu tidak
menyalahkan keadaan, kondisi atau pengkondisian untuk setiap perilaku.
Tanggung jawab menurut Elfiky (Damasdan Fath(Ed) 2010: 235)
adalah kemampuan untuk menghindari sikap menyalahkan, mengkritik,
dan membanding-bandingkan apa yang terjadi pada diri individu dengan
orang lain. Menurut Glasser (Corey, Koswara (Ed) 2009:268) tanggung
jawab adalah kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan sendiri
dan melakukannya dengan cara tidak mengurangi orang lain untuk
memenuhi kebutuhannya. Individu berhak melakukan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhannya, namun dengan tidak merugikan orang lain.
Segala sesuatu yang menjadi akibat dari perilaku individu, menjadi
tanggung jawab diri sendiri. Menurut Arif (2005:36) kemampuan
bertanggung jawab adalah kesedian individu untuk menerima akibat dari
suatu perbuatan dan bersedia menanggung resiko atas perbuatan tersebut
tanpa menyalahkan pihak lain. Pada kemampuan bertanggung jawab
terdiri dari dua indikator yaitu pengendalian situasi dan kesediaan
mengambil resiko.
Pengendalian situasi adalah kemampuan untuk mengarahkan
pikiran, perasaan dan tindakan agar tidak bergantung kepada lingkungan.
Keberanian mengambil resiko adalah kemampuan untuk menanggung akibat atau konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan bahkan
terhadap kejadian tidak menyenangkan yang tidak diduga (Arif, 2005:35)
Kemampuan bertanggung jawab dalam penelitian adalah
kemampuan peserta didik untuk merespon segala sesuatu yang dihadapi
tanpa menyalahkan orang lain karena dapat mengendalikan situasi dan
berani mengambil resiko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar