Structural Equation Modeling (SEM) merupakan metode statistika yang
menggabungkan beberapa aspek yang terdapat pada analisis jalur dan analisis
faktor konfirmatori untuk mengestimasi beberapa persamaan secara simultan
(Ferdinand, 2002). Definisi tentang SEM lainnya dikemukakan oleh Wijayanto
(2008) yang menyatakan bahwa SEM adalah metode pengembangan dari analisis
multivariat yang berpangkal pada analisis faktor, analisis komponen utama,
analisis kovarian, dan analisis korelasi. SEM memiliki kemampuan lebih dalam
menyelesaikan permasalahan yang melibatkan banyak persamaan linier dengan
menghasilkan model pengukuran dan sekaligus model struktural. Berbeda dengan
regresi berganda, dimana pada umumnya model regresi merupakan hubungan
sebab-akibat antar variabel-variabel yang teramati, sedangkan pada SEM
hubungan sebab-akibat yang dispesifikasikan terjadi antar variabel-variabel laten.
Model regresi lebih condong kepada eksplanatori, sedangkan pada SEM walaupun
ada unsur eksplanatori namun secara empiris lebih sering dimanfaatkan sebagai
model konfirmatori (Wardono, 2009).
Proses estimasi parameter dalam model struktural SEM, salah satunya dapat
menggunakan struktur kovarians yang lebih sering dikenal dengan istilah Model
Struktur Kovarians (MSK) atau Covariance Based SEM (CB-SEM) dan lebih
populer dikenal dengan model LISREL (Linier Structural Relationships). SEM berbasis kovarians mengasumsikan bahwa variabel-variabel pengamatan adalah
kontinyu yang berdistribusi normal multivariat serta mensyaratkan jumlah sampel
yang besar (Afifah, 2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar