Manajemen perusahaan, baik perusahaan besar maupun UKM akan selalu
berusaha untuk merencanakan dan mengatur penggunaan faktor-faktor
produksinya secara efisien sehingga mampu memproduksi dengan biaya
seminimum mungkin untuk mencapai keuntungan pada tingkat tertentu.
Dengan perencanaan optimasi produksi, maka tujuan perusahaan untuk
memaksimumkan keuntungan ataupun meminimumkan biaya produksi dapat
dicapai. Menurut Soekartawi (1992), optimasi merupakan pencapaian suatu
keadaan yang terbaik, yaitu pencapaian solusi masalah yang diarahkan pada
batas maksimum dan minimum. Persoalan optimasi meliputi optimasi tanpa
kendala dan optimasi dengan kendala. Dalam optimasi tanpa kendala, faktorfaktor yang menjadi kendala terhadap fungsi tujuan diabaikan sehingga dalam
menentukan nilai maksimum ataupun minimum tidak ada batasan untuk
berbagai pilihan peubah yang tersedia. Pada optimasi dengan kendala, faktofaktor yang menjadi kendala pada fungsi tujuan diperhatikan dan ikut dalam
menentukan nilai maksimum ataupun minimum (Nicholson, 1995).
Optimasi dengan kendala pada dasarnya merupakan persoalan dalam
menentukan nilai peubah-peubah suatu fungsi menjadi maksimum atau
minimum dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan yang ada.
Keterbatasan tersebut meliputi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, lahan
dan modal (Supranto dalam Yuliawan, 2009). Salah satu teknik optimasi yang
sering digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi berkendala adalah
teknik Liniear Programming (LP) yang dapat diselesaikan dengan program
computer untuk menghasilkan solusi yang cepat dan akurat bagi perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar