Sabtu, 14 Maret 2020
Brand Switching Behavior (skripsi dan tesis)
Brand Switching Behavior adalah
perilaku perpindahan merek yang
dilakukan oleh konsumen karena alasan- alasan tertentu atau dapat diartikan juga
sebagai kerentanan konsumen untuk
berpindah ke merek lain (Dharmmesta,
1999:83). Perilaku perpindahan merek
merupakan fenomena yang kompleks,
yang dapat terjadi karena adanya
perilaku mencari keberagaman (variety
seeking), terdapatnya penawaran produk
lain atau dapat juga terjadi karena
adanya masalah yang ditemukan atas
produk yang sudah dibeli. Banyak sekali
produk dengan berbagai merek yang
ditawarkan oleh perusahaan dalam
rangka meningkatkan keinginan
konsumen untuk mencoba produk dan
merek. tersebut.. Perilaku perpindahan
merek pada pelanggan merupakan suatu
fenomena yang kompleks yang
dipengaruhi oleh faktor-faktor
keperilakuan, persaingan dan waktu
(Srinivasan, 1996). Perpindahan merek (brand Switching) ditandai dengan
adanya perbedaan signifikan antar
merek. Konsumen dalam hal ini tidak
mengetahui banyak mengenai kategori
produk yang ada. Para pemasar dengan
demikian perlu mendiferensiasikan
keistimewaan mereknya untuk
menjelaskan merek tersebut.
Perpindahan merek (brand switching)
juga ditandai dengan keterlibatan yang
rendah (low involvement). Konsumen
tidak melalui tahap-tahap keyakinan,
sikap atau perilaku yang normal.
Konsumen tidak secara ekstensif
mencari informasi mengenai merek,
melainkan merupakan penerima
informasi pasif (information catching). Konsumen tidak membentuk keyakinan
merek (brand conviction), tetapi memilih
suatu merek karena merek tersebut terasa
akrab (brand familiarity)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar