Biaya perpindahan meliputi perjuangan untuk berubah, waktu
dan usaha yang diperlukan untuk memperoleh merek suatu produk.
Menurut Siregar (2009:4) Switching Cost adalah biaya segera yang dikeluarkan oleh konsumen atas proses berpindah dari penyedia layanan
satu ke penyedia layanan yang lain.Wijayanti (2008:4) mendefinisikan
switching cost sebagai biaya yang akan dihadapi oleh pelanggan ketika
berpindah dari supplier satu ke supplier lain. Ketika sebuah hubungan
ditetapkan, satu pihak akan menjadi lebih bergantung kepada pihak
lainnya. Hal ini diartikan biaya untuk berpindah menjadi tinggi. Dapat
juga dikatakan bahwa konsumen terkadang menjadi terikat (locked
into) dengan penyedia layanannya sekarang dikarenakan tingginya
switching cost.
Switching cost menggambarkan persepsi pelanggan terhadap
waktu, uang, dan upaya yang diperlukan untuk berpindah merek,
perusahaan dan pelayanan provider. Adapun biaya-biaya yang terlibat
didalam proses switching cost menurut Fornel dalam Purnomo (2008:4)
adalah biaya pencarian provider lain, transaksi, pembelajaran, perubahan
habits, emotional cost, resiko keuangan, sosial dan psikologi. Berdasarkan
pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa switching
cost adalah suatu pengorbanan yang dikeluarkan oleh pelanggan jika
pelanggan tersebut memilih beralih kepada supplier lain, pengorbanan
itu bukan hanya bersifat fisik, ekonomi, tetapi juga bersifat psikologi.
Berdasarkan uraian diatas Bawanestri (2007:28) menjabarkan
indikator dari variabel switching cost sebagai berikut :
1. Kualitas produk yang tidak sesuai harapan jika beralih ke operator
lain
18
2. Biaya atas waktu dan usaha untuk mengevaluasi produk GSM
prabayar lain
3. Biaya atas waktu dan usaha membiasakan diri dengan fitur baru
jika beralih ke operator lain
4. Biaya untuk mengawali hubungan dengan operator baru jika
beralih
5. Pilihan paket yang menarik hilang jika beralih ke operator lain
6. Biaya yang dikeluarkan dalam proses berpindah ke operator lain
jika beralih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar