Abnormal return adalah return yang di dapat investor yang tidak sesuai
dengan pengharapan. Abnormal return adalah selisih antara return yang
diharapkan dengan return yang didapatkan. Selisih return akan positif jika return
yang didapatkan lebih besar dari return yang diharapkan atau return yang
dihitung. Sedangkan return akan negatif jika return yang didapat lebih kecil dari
return yang diharapkan atau return yang dihitung. Abnormal return adalah salah satu indikator yang dipakai untuk melihat
keadaan pasar yang sedang terjadi. Informasi dapat dikatakan memiliki nilai bagi
investor apabila informasi tersebut memberikan reaksi untuk melakukan transaksi
di pasar modal (Jogiyanto, 2009:557). Aspek kepercayaan dari investor
merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam pasar saham. Oleh
sebab itu, suatu pengumuman atau pengungkapan akan ditanggapi oleh investor
dengan beragam.
Abnormal return adalah selisih antara realized return dan expected return
(Jogiyanto, 2009:557). Abnormal return akan positif jika return yang didapatakan
lebih besar daripada return yang diharapkan atau return yang dihitung. Sedangkan
abnormal return akan negatif jika return yang didapat lebih kecil dari return yang
diharapkan atau return yang dihitung. Berikut model abnormal return yang
ditunjukkan Brown dan Warner dalam Eduardus Tandelilin (2010:225):
1. Mean-adjusted return
Model ini menganggap jika pasar efisien dan return saham bervariasi secara
random di sekitar nilai sebenarnya, maka rata-rata return sekuritas yang dihitung
dari periode sebelumnya dapat digunakan sebagai expected return
2. Market-adjusted return
Model ini menghitunh abnormal return dengan menghilangkan pengaruh
pasar terhadap return harian sekuritas
3. Market model return 'Model ini menggambarkan hubungan antara sekuritas dengan pasar dalam
sebuah persamaan regresi linier sederhana antara return saham sekuritas dengan
return pasar
Return merupakan hasil atau keuntungan yang akan diperoleh investor dari
investasi yang dilakukan. Menurut Jogiyanto (2009: 199), return itu sendiri dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Realized return
Realized return merupakan return yang sesungguhnya terjadi.
b. Expected return
Expected return merupakan return yang diharapkan oleh investor ketika
menanamkan sahamnya. Brown dan Wardan dalam jogiyanto (2009:558)
mengestimasikan expected return menggunakan tiga model, yaitu:
1. Mean-adjusted model
Model ini menganggap bahwa expected return bernilai konstan yang sama
dengan rata-rata realized return sebelumnya selama periode estimasi.
2. Market model
Perhitungan expected return dengn model pasar (market model) dilakukan
dengan dua tahap, yaitu: (1) membentuk model ekspektasi dengan menggunakan
data realisasi selama periode estimasi dan (2) menggunakan model ekspectasian
ini untuk mengestimasi expected return di event window. Model ekspektasi dapat
dibentuk menggunakan teknik regresi menggunakan teknik regresi OLS (Ordinary
Least Square)
3. Market adjusted return
Model market adjusted return menganggap bahwa praduga yang terbaik
untuk mengestimasi return saham adalah return indeks pasar pada saat tersebut.
Dengan menggunakan model ini, maka tidak perlu menggunakan periode estimasi
untuk membentuk model estimasinya, karena return saham yang diestimasi adalah
sama dengan return indeks pasar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar