- Rancangan Pra Eksperimen
1) The One Shot Study
Perlakuan tes akhir X T-2. Rancanagan ini hanya menggunakan satu kelompok, kelompok diberikan perlakuan (manipulasi yang dieksperimenkan) ( X ), diadakan tes akhir (T-2). Hasil tes akhir dianggap sebagai pengaruh pemberian perlakuan. Rancangan ini tidak dapat mengontrol semua ancaman terhadap validitas internal: sejarah, kematangan serta moralitas. Menurut Kerlinger (1990) rancangan ini tidak bernilai ilmiah.
2) One Group Pretest – Postest Design
Tes awal perlakuan tes akhik T-1 X T-2. Rancangan ini menggunakan satu kelompok, sebelum dan sesudah perlakuan diadakan tes. Perbedaan skor tes akhir (T-2) dengan tes awal (T-1) dianggap sebagai pengaruh perlakuan (X). Ciri utama rancangan ini adalah bahwa kelompok dibandingkan dengan dirinya sendiri. Jika skor perbedaan T2-T1 ada perbedaan secara signifikan maka perbedaan ini merupakan pengaruh dari perlakuan (X). Kelemahan rancangan ini adalah balum dapat mengontrol valliditas internal: sejarah, kematangan, pengetasan awal, alat pengukur, dan kemunduran statistik; serta validitas eksternal.
3). The Static Group Comparison
Kelompok perlakuan tes akhir eksperimen X T-2 kontrol -T-2. Rancangan ini menggunakan paling sedikit dua kelompok, satu kelompok menerima perlakuan yang dieksperimenkan (kelompok eksperimen) sedangkan kelompok yang lain tidak menerima perlakuan (kelompok kontrol) Perlakuan (X) diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol yang diasumsikan sama dengan kelompok eksperimen tidak mendapat perlakuan. Hasil tes akhir (T-2) kelompok eksperimen, dibandingkan dengan hasil tes akhir (T-2) kelompok kontrol, hasil perbedaan tersebut merupakan pengaruh adanya perlakuan.
Kelompok rancangan ini adalah menganggap kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) sama variabel bebasnya kecuali variabel perlakuan (X). Anggapan ini keliru karena penempatan subyek ke dalam kelompok tidak melalui pengacakan. Sejumlah faktor validitas internal yang tidak dikontrol antara lain: kematangan, seleksi, interaksi kematangan dengan seleksi dan mortalitas.
- Rancangan Eksperimen
1) Pre test – Posttes Control Desi
- Kelompok tes awal perlakuan tes akhir
(R) Eksperimen T-1 X-1 T-2
(R) Kontrol T-1 X-2 T-2
R = Random ( penempatan kelompok secara acak)
- Kelompok tes awal perlakuan tes akhir
(R) Eksperimen T-1 X-1 T-2
(R) Kontrol T-1 X-2 T-2
M= matching (penempatan kelompok dengan penjodohan)
Rancangan ini menghendaki paling sedikit ada dua kelompok, penempatan subyek ke dalam kelompok melalui pengacakan dapat pula dengan penjodohan. Kedua kelompok menerima tes awal, pemberian perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Kemudian, kedua kelompok diberikan tes awal serta adanya kelompok kontrol, akan menjalankan pengontrolan untuk semua sumber-sumber validitas internal. Kelemahan rancangan ini hanya belum dapat mengontrol validitas eksternal: interaksi pemberian tes awal. Dengan adanya tes awal, maka penggeneralisasiannya hanya untuk kelompok lain yang melalui tes awal. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan (X ) dengan membandingkan skor tes akhir (T-2) antara kelompok kontrol dengan t-tes, atau jika asumsi kelompok tidak sama dapat dianalisis menggunakan teknik kovarian.
2) Posttes – Only Control Group Design
Kelompok perlakuan tes akhir
(R) Eksperimen X T-2
(R) Kontrol - T-2
Rancanga ini sama dengan Pretest – Postest Control Group Design, kecuali tidak diadakannya tes awal. Penempatan subyek ke dalam kelompok dengan pengacakan yang tujuannya untuk mengendalikan semua kemungkinan variabel ekstra, sehingga perbedaan kelompok kemungkinan kegiatan eksperimen dilakukan terjadi hanya secara kebetulan. Setelah penempatan subyek ke dalam dua kelompok, hanya kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan. Di luar perlakuan kedua kelompok diperlukan sama, tes akhir dikenakan pada kedua kelompok , kemudian skor hasil tes tersebut dibandingkan. Apabila rerata kedua kelompok berbeda secara signifikan, maka peneliti dapat merasa yakin bahwa perbedaan tersebut karena adanya perlakuan (X). Kelemahan rancangan ini hanya belum dapat mengontrol validitas internal: mortalitas, sedangkan yang lainnya dapat dikendalikan.
3) Solomon Four Group Design
Kelompok Tes Awal Perlakuan tes akhir
(R) Eksperimen T-1 X T-2
(R) Kontrol T-1 - T-2
(R) Kontrol - X T-2
(R) Kontrol - - T-2
Rancangan empat kelompok solomon, penempatan subyek ke dalam kelompok secara random. Dua kelompok melaksanakan tes awal, sedangkan dua kelompok tidak mengadakan tes awal. Dua kelompok yang mendapatkan perlakuan (X) satu kelompok melakukan tes awal sedangkan kelompok yang lain tidak, akan tetapi keempat kelompok tersebut mendapat tes akhir.
Rancangan ini merupakan kombinasi Pretest-postest Control Group Design dengan Postest Only Control Group Design, tujuannya untuk menutup kelemahan dari kedua rancangan tersebut. Kombinasi kedua rancangan ini menghasilkan rancangan yang dapat mengontrol semua sumber ancaman validitas internal dan eksternal. Jalan terbaik untuk menganalisis data dengan menggunakan analisis faktor 2x2. Analisis faktor akan mengurangi interaksi validitas antara perlakuan dengan tes awal.
- Rancangan Eksperimen Kuasi
Ada 3 jenis desain penelitian eksperimen adalah sebagai berikut:
- The Noneequivalent Control Design
Eksperimen T-1 X T-2
Kontrol T-1 - T-2
Desain ini hampir sama dengan desain ekperimental (pretest-postest control group design), perbedaannya terletak pada tidak adanya pengacakan dalam penempatan subyek ke dalam kelompok-kelompok. Walaupun penempatan subyek secara acak tidak dapat dilakukan, namun usahakan agar kedua kelompok sejauh mungkin sama. Apabila kedua kelompok memang berbeda analisis selanjutnya dengan menggunakan analisis kovarian.
- The Time Series Design
T-1 T-2 T-3 T-4 X T-5 T-6 T-7 T-8
Rancangan rangkaian waktu seperti ini adalah lebih jelas dalam memerinci rancangan one group pretest-postest dengan cara kelompok berulang-ulang mendapat tes (T-1 sampai T-8) di antara pemberian perlakuan (X). Pengaruh perlakuan akan ditunjukan perbedaan antartes, yaitu dengan membandingkan skor-skor pengukuran. Analisis yang cocok untuk dipergunakan pengolahan data jenis ini adalah analisis varian. Kelemahan desain ini tidak dapat mengontrol validitas internal: sejarah dan penggunaan alat pengukuran; serta validitas eksternal: interaksi tes awal.
- Counter Balanced Design
1 Kelompok A.T-1 B.T-2 C.T-3
2 Kelompok B. T-1 C.T-2 A.T-3
3 Kelompok C.T-1 A.T-2 B.T-
Rata Rata Rata
Dalam rancangan ini semua kelompok ( A, B dan C ) menerima semua perlakuan ( X-1, X-2 dan X-3) tetapi dengan pelaksanaan yang berbeda, seperti digambarkan dalam bagan di atas. Desain ini melibatkan serangkaian replikasi, dalam setiap replikasi kelompok ditukar sehingga pada akhir eksperimen setiap kelompok telah menerima samua jenis perlakuan. Kelemahan utama rancamgan ini adalah kemungkinan terjadinya pengaruh pindahan ( carry over effect) dari satu perlakuan ke perlakuan berikutnya, atau perlakuan tertentu memengaruhi perlakuan yang lain. Analisis statistik dengan menggunakan analisis varian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar