Minggu, 23 Februari 2020

Jenis-Jenis Desain (Rancangan) Penelitian Eksperimen (skripsi dan tesis)

          Pada dasarnya rancangan penelitian eksperimen dikelompokkan menjadi tiga yaitu pra eksperimen, eksperimen, dan eksperimen kuasi.
  1. Rancangan Pra Eksperimen
Ada tiga jenis rancangan pra eksperimen  yaitu :
1)         The One Shot Study
                        Perlakuan tes akhir X  T-2. Rancanagan ini hanya menggunakan satu kelompok, kelompok diberikan perlakuan (manipulasi yang dieksperimenkan) ( X ),  diadakan tes akhir (T-2). Hasil tes akhir dianggap sebagai pengaruh pemberian perlakuan. Rancangan ini tidak dapat mengontrol semua ancaman terhadap validitas internal: sejarah, kematangan serta moralitas. Menurut Kerlinger (1990) rancangan ini tidak bernilai ilmiah.
2)   One Group Pretest – Postest Design
                        Tes awal perlakuan tes akhik T-1 X T-2. Rancangan ini menggunakan satu kelompok, sebelum dan sesudah perlakuan diadakan tes. Perbedaan skor tes akhir (T-2) dengan tes awal (T-1) dianggap sebagai pengaruh perlakuan (X). Ciri utama rancangan ini adalah bahwa kelompok dibandingkan dengan dirinya sendiri. Jika skor perbedaan T2-T1 ada perbedaan secara signifikan maka perbedaan ini merupakan pengaruh dari perlakuan (X). Kelemahan rancangan ini adalah balum dapat mengontrol valliditas internal: sejarah, kematangan, pengetasan awal, alat pengukur, dan kemunduran statistik; serta validitas eksternal.
3).  The Static Group Comparison
                        Kelompok perlakuan  tes akhir eksperimen X T-2 kontrol -T-2. Rancangan ini menggunakan paling sedikit dua kelompok, satu kelompok menerima perlakuan yang dieksperimenkan (kelompok eksperimen) sedangkan kelompok yang lain tidak menerima perlakuan (kelompok kontrol) Perlakuan (X) diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol yang diasumsikan sama dengan kelompok eksperimen tidak mendapat perlakuan. Hasil tes akhir (T-2) kelompok eksperimen, dibandingkan dengan hasil tes akhir (T-2) kelompok kontrol, hasil perbedaan tersebut merupakan pengaruh adanya perlakuan.
            Kelompok rancangan ini adalah menganggap kedua kelompok (eksperimen dan kontrol) sama variabel bebasnya kecuali variabel perlakuan (X). Anggapan ini keliru karena penempatan subyek ke dalam kelompok tidak melalui pengacakan. Sejumlah faktor validitas internal yang tidak dikontrol antara lain: kematangan, seleksi, interaksi kematangan dengan seleksi dan mortalitas.
  1.  Rancangan Eksperimen
Rancangan eksperimen berusaha untuk mengontrol sejauh mungkin semua sumber validitas internal dan eksternal. Dalam semua rancangan eksperimen ada satu karakteristik yang membedakan dengan rancangan lain, yaitu penempatan subyek kedalam kelompok melalui pengacakan serta mempunyai dua kelompok atau lebih. Ada tiga jenis rancangan eksperimen diuraikan sebagai berikut:
1)    Pre test – Posttes Control Desi
-   Kelompok tes awal perlakuan tes akhir           
(R)  Eksperimen         T-1                    X-1         T-2
(R)  Kontrol           T-1               X-2         T-2
R = Random ( penempatan kelompok secara acak)
-   Kelompok tes awal perlakuan tes akhir
(R)  Eksperimen T-1     X-1   T-2
(R)               Kontrol                   T-1                           X-2              T-2
M= matching (penempatan kelompok dengan penjodohan)
            Rancangan ini menghendaki paling sedikit ada dua kelompok, penempatan subyek ke dalam kelompok melalui pengacakan dapat pula dengan penjodohan. Kedua kelompok menerima tes awal, pemberian perlakuan diberikan kepada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Kemudian, kedua kelompok diberikan tes awal serta adanya kelompok kontrol, akan menjalankan pengontrolan untuk semua sumber-sumber  validitas internal. Kelemahan rancangan ini hanya belum dapat mengontrol validitas eksternal: interaksi pemberian tes awal. Dengan adanya tes awal, maka penggeneralisasiannya hanya untuk kelompok lain yang melalui tes awal. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan (X ) dengan membandingkan skor tes akhir (T-2) antara kelompok kontrol dengan t-tes, atau jika  asumsi kelompok tidak sama dapat dianalisis menggunakan teknik kovarian.
2)  Posttes – Only Control Group Design
 Kelompok perlakuan tes akhir
(R)   Eksperimen                                   X                             T-2
(R)     Kontrol                                             -                                  T-2
          Rancanga ini sama dengan Pretest – Postest Control Group Design, kecuali tidak diadakannya tes awal. Penempatan subyek ke dalam kelompok dengan pengacakan yang tujuannya untuk mengendalikan semua kemungkinan variabel ekstra, sehingga perbedaan kelompok kemungkinan kegiatan eksperimen dilakukan terjadi hanya secara kebetulan. Setelah penempatan subyek ke dalam dua kelompok, hanya kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan. Di luar perlakuan kedua kelompok diperlukan sama, tes akhir dikenakan pada kedua kelompok , kemudian skor hasil tes tersebut dibandingkan. Apabila rerata kedua kelompok berbeda secara signifikan, maka peneliti dapat merasa yakin bahwa perbedaan tersebut karena adanya perlakuan (X). Kelemahan rancangan ini hanya belum dapat mengontrol validitas internal: mortalitas, sedangkan yang lainnya dapat dikendalikan.
3)   Solomon Four Group Design
     Kelompok                 Tes Awal              Perlakuan             tes akhir
      (R)   Eksperimen             T-1                             X                           T-2
      (R)   Kontrol                    T-1                              -                              T-2
    (R) Kontrol               -                      X                      T-2
    (R) Kontrol               -                      -                      T-2
          Rancangan empat kelompok solomon, penempatan subyek ke dalam kelompok secara random. Dua kelompok melaksanakan tes awal, sedangkan dua kelompok tidak mengadakan tes awal. Dua kelompok yang mendapatkan perlakuan (X) satu kelompok melakukan tes awal sedangkan kelompok yang lain tidak, akan tetapi keempat kelompok tersebut mendapat tes akhir.
                           Rancangan ini merupakan kombinasi Pretest-postest Control Group Design dengan Postest Only Control Group Design, tujuannya untuk menutup kelemahan dari kedua rancangan tersebut. Kombinasi kedua rancangan ini menghasilkan rancangan yang dapat mengontrol semua sumber ancaman validitas internal dan eksternal. Jalan terbaik untuk menganalisis data dengan menggunakan analisis faktor 2x2. Analisis faktor akan mengurangi interaksi validitas antara perlakuan dengan tes awal.
  1. Rancangan Eksperimen Kuasi
        Banyak situasi pendidikan yang tidak mungkin dapat dipecahkan dengan menggunakan rancangan eksperimen, karena alasan berbagai hal sehingga tidak mungkin mambagi kelompok dan penempatan subyek-subyek dalam kelompok secara acak. Rancangan eksperimen kuasi tidak memberikan pengontrolan secara penuh, oleh sebab itu penting sekali bagi peneliti mengetahui variabel mana yang mungkin tidak sepenuhnya dapat dikendalikan dan dikontrol.
Ada 3 jenis desain penelitian eksperimen adalah sebagai berikut:
  1. The Noneequivalent Control Design
 Kelompok               Tes Awal                Perlakuan             Tes akhir
 Eksperimen                   T-1                            X                          T-2
  Kontrol                               T-1                                   -                             T-2
             Desain ini hampir sama dengan desain ekperimental (pretest-postest control group design), perbedaannya terletak pada tidak adanya pengacakan dalam penempatan subyek ke dalam kelompok-kelompok. Walaupun penempatan subyek secara acak tidak dapat dilakukan, namun usahakan agar kedua kelompok sejauh mungkin sama. Apabila kedua kelompok memang berbeda analisis selanjutnya dengan menggunakan analisis kovarian.
  1. The Time Series Design
                Tes ke-                               Perlakuan                        Tes ke-
                      T-1 T-2 T-3 T-4                              X                        T-5 T-6 T-7 T-8
                             Rancangan rangkaian waktu seperti ini adalah lebih jelas dalam memerinci rancangan one group pretest-postest dengan cara kelompok berulang-ulang mendapat tes (T-1 sampai T-8) di antara pemberian perlakuan (X). Pengaruh perlakuan akan ditunjukan  perbedaan antartes, yaitu dengan membandingkan skor-skor pengukuran. Analisis yang cocok untuk dipergunakan pengolahan data jenis ini adalah analisis varian. Kelemahan desain ini tidak dapat mengontrol validitas internal: sejarah dan penggunaan alat pengukuran; serta validitas eksternal: interaksi tes awal.
  1. Counter Balanced Design
    Replikasi            Perlakuan dari  X-1                X-2                        X-3
1  Kelompok             A.T-1                       B.T-2                     C.T-3
2  Kelompok                  B. T-1                          C.T-2                        A.T-3
3  Kelompok                  C.T-1                         A.T-2                         B.T-
                                                        Rata                                Rata                    Rata
        Dalam rancangan ini semua kelompok ( A, B dan C ) menerima semua perlakuan ( X-1, X-2 dan X-3) tetapi dengan pelaksanaan yang berbeda, seperti digambarkan dalam bagan di atas. Desain ini melibatkan serangkaian replikasi, dalam setiap replikasi kelompok ditukar sehingga pada akhir eksperimen setiap kelompok telah menerima samua jenis perlakuan. Kelemahan utama rancamgan ini adalah kemungkinan terjadinya pengaruh pindahan ( carry over effect) dari satu perlakuan ke perlakuan berikutnya, atau perlakuan tertentu memengaruhi perlakuan yang lain. Analisis statistik  dengan menggunakan analisis varian.

Tidak ada komentar: