Adapun faktor utama dan faktor lain yang mempengaruhi tingkat
permintaan pariwisata menurut Medlik dalam Rahmawati (2014):
1. Harga
Permintaan dalam pariwisata yang pertama biasanya dari harga,
harga yang tinggi pada suatu daerah tujuan wisata akan
memberikan imbas atau timbal balik pada wisatawan yang akan
bepergian atau calon wisata, sehingga permintaan wisatapun akan
berkurang begitupula sebaliknya.
2. Pendapatan
Permintaan dalam pariwisata yang berikutnya yaitu pendapatan.
Apabila pendapatan seseorang tinggi, maka kecenderungan untuk
memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin
tinggi pula, sebaliknya apabila pendapatan seseorang rendah, maka kecenderungan untuk memilih daerah tujuan wisata semakin
rendah.
3. Sosial budaya
Dengan adanya sosial budaya yang unik dan bercirikan atau dengan
kata lain berbeda dari apa yang ada di negara calon wisata berasal,
maka peningkatan permintaan terhadap wisata akan tinggi hal ini
akan membuat sebuah keingintahuan dan penggalian pengetahuan
sebagai khasanah kekayaan pola pikir budaya mereka.
4. Sosial politik (Sospol)
Dampak sosial politik dapat terlihat apabila keadaan daerah tujuan
wisata tidak dalam keadaan aman dan tenteram, apabila keadaan
sosial politik suatu daerah dalam keadaan aman dan tenteram tidak
akan terasa pengaruhnya dalam terjadinya permintaan pariwisata.
5. Intensitas keluarga
Banyak sedikitnya keluarga juga berperan serta dalam permintaan
wisata hal ini dapat diratifikasi bahwa jumlah keluarga yang
banyak maka keinginan untuk berlibur dari salah satu keluarga
tersebut akan semakin besar, hal ini dapat dilihat dari kepentingan
wisata itu sendiri.
6. Harga barang substitusi
Harga barang pengganti juga termasuk dalam aspek permintaan,
dimana barang-barang pengganti dimisalkan sebagai pengganti
daerah tujuan wisata yang dijadikan cadangan dalam berwisata seperti : Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, akibat suatu
dan lain hal Bali tidak dapat memberikan kemampuan dalam
memenuhi syarat-syarat daerah tujuan wisata sehingga secara tidak
langsung wisatawan akan mengubah tujuannya kedaerah terdekat
seperti Yogyakarta.
7. Harga barang komplementer
Merupakan sebuah barang yang saling membantu atau dengan kata
lain barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi,
dimana apabila dikaitkan dengan pariwisata barang komplementer
ini sebagai obyek wisata yang saling melengkapi dengan obyek
wisata lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar