Senin, 16 Desember 2019

Permintaan Pariwisata (skripsi dan tesis)

Adapun faktor utama dan faktor lain yang mempengaruhi tingkat permintaan pariwisata menurut Medlik dalam Rahmawati (2014):
 1. Harga Permintaan dalam pariwisata yang pertama biasanya dari harga, harga yang tinggi pada suatu daerah tujuan wisata akan memberikan imbas atau timbal balik pada wisatawan yang akan bepergian atau calon wisata, sehingga permintaan wisatapun akan berkurang begitupula sebaliknya. 2. Pendapatan Permintaan dalam pariwisata yang berikutnya yaitu pendapatan. Apabila pendapatan seseorang tinggi, maka kecenderungan untuk memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin tinggi pula, sebaliknya apabila pendapatan seseorang rendah, maka  kecenderungan untuk memilih daerah tujuan wisata semakin rendah.
 3. Sosial budaya Dengan adanya sosial budaya yang unik dan bercirikan atau dengan kata lain berbeda dari apa yang ada di negara calon wisata berasal, maka peningkatan permintaan terhadap wisata akan tinggi hal ini akan membuat sebuah keingintahuan dan penggalian pengetahuan sebagai khasanah kekayaan pola pikir budaya mereka. 
4. Sosial politik (Sospol) Dampak sosial politik dapat terlihat apabila keadaan daerah tujuan wisata tidak dalam keadaan aman dan tenteram, apabila keadaan sosial politik suatu daerah dalam keadaan aman dan tenteram tidak akan terasa pengaruhnya dalam terjadinya permintaan pariwisata. 
5. Intensitas keluarga Banyak sedikitnya keluarga juga berperan serta dalam permintaan wisata hal ini dapat diratifikasi bahwa jumlah keluarga yang banyak maka keinginan untuk berlibur dari salah satu keluarga tersebut akan semakin besar, hal ini dapat dilihat dari kepentingan wisata itu sendiri.
 6. Harga barang substitusi Harga barang pengganti juga termasuk dalam aspek permintaan, dimana barang-barang pengganti dimisalkan sebagai pengganti daerah tujuan wisata yang dijadikan cadangan dalam berwisata seperti : Bali sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, akibat suatu dan lain hal Bali tidak dapat memberikan kemampuan dalam memenuhi syarat-syarat daerah tujuan wisata sehingga secara tidak langsung wisatawan akan mengubah tujuannya kedaerah terdekat seperti Yogyakarta. 
7. Harga barang komplementer Merupakan sebuah barang yang saling membantu atau dengan kata lain barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi, dimana apabila dikaitkan dengan pariwisata barang komplementer ini sebagai obyek wisata yang saling melengkapi dengan obyek wisata lainnya.

Tidak ada komentar: