Cash flow mencerminkan keuntungan atau kembalian bagi para penyedia
modal, termasuk utang atau equity. Free cash flow dapat digunakan untuk
membayar utang, membeli kembali saham, membayar dividen atau menahannya
untuk kesempatan pertumbuhan di masa depan. Free cash flow memudahkan
perusahaan untuk mengukur pertumbuhan bisnis dan pembayaran kepada
shareholders.
Arus kas yang dihasilkan perusahaan dibagi ke dalam 3 kelompok utama
(Brigham, 2001) yaitu:
1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas perusahaan dari kegiatan operasi terdiri atas;
(1)
pengumpulan kas berasal dari konsumen,
(2) pembayaran kepada
pemasok untuk pembelian bahan baku,
(3) arus kas keluar dari
kegiatan operasi lainnya, seperti beban pemasaran dan administrasi,
serta bunga dan
(4) pembayaran tunai untuk pajak.
2. Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Arus kas dari penerimaan atau pembayaran investasi yang mencakup;
penerimaan dari pengeluaran saham baru, peningkatan pinjaman,
pembayaran kembali pokok pinjaman, pembayaran dividen saham
biasa.
3. Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan
Arus kas dari kegiatan pembiayaan mencakup kas yang diperoleh
selama tahun berjalan dengan menerbitkan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang, atau saham. Selain itu, karena pembayaran
dividen atau kas yang digunakan untuk membeli kembali saham atau
obligasi menurunkan kas perusahaan, maka transaksi semacam itu
dimasukan di sini.
Free Cash Flow merupakan kelebihan yang diperlukan untuk mendanai
semua proyek yang memiliki net present value positif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar