Pariwisata tidak hanya mempelajari dari motivasi serta tujuan suatu
perjalan, namun dapat dilihat dari kinerja lain seperti bentuk-bentuk
pariwisata. Bentuk pariwisata terbagi menjadi lima kategori dalam
bukunya menurut Pendit (1999).
a. Menurut Asal Wisatawan
Bentuk pariwisata menurut asal wisatawan terbagi lagi menjadi dua,
yaitu wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Wisatawan
domestik yaitu wisatawan yang berpergiannya tidak berpindah tempat
dari negara asalnya, jika wisatawan mancanegara yaitu wisatawan yang
datang dari luar negeri.
b. Menurut Akibatnya Terhadap Neraca Pembayaran
Apabila suatu negara kedatangan wisatawan dari luar negeri maka
para wisatawan tersebut akan membawa mata uang asing. Dimana
pemasukan valuta asing ini memberikan dampak positif pada neraca pembayaran luar negeri suatu negara yang dikunjungi wisatawan, hal ini
disebut pariwisata aktif. Sedangkan perjalanan seorang warga negara ke
luar negeri akan berdampak negatif terhadap neraca pembayaran luar
negeri negaranya dinamakan pariwisata pasif.
c. Menurut Jangka Waktu
Menurut jangka waktu dari kedatangan wisatawan di suatu daerah
ataupun negara juga diperhitungkan menurut lama tinggal para wisatawan
di suatu daerah atau negara yang di kunjungi. Sehingga dapat disebut
dengan pariwisata jangka pendek dan pariwisata jangka panjang, dari
kedua istilah ini disesuaikan pada ketentuan yang berlaku disuatu negara
tersebut untuk mengukur panjang atau pendeknya waktu yang dimaksud.
d. Menurut Jumlah Wisatawan
Bentuk pariwisata ini dibedakan berdasarkan jumlah wisatawan yang
datang, apakah wisatawan itu datang sendiri atau bersama rombongan.
Sehingga muncul istilah yang disebut pariwisata tunggal dan pariwisata
rombongan.
e. Menurut alat angkut yang digunakan
Bentuk pariwisata menurut alat angkut yang digunakan juga terbagi
lagi menjadi empat yaitu pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisata
kereta api dan mobil, tergantung keinginan wisatawan menggunakan
kendaraan apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar