Minggu, 03 November 2019

Pembentukan dan Perkembangan Konsep Diri (skripsi dan tesis)

Pudjijogyanti (1998:44) berpendapat bahwa konsep diri bukan merupakan faktor yang dibawa sejak lahir, melainkan faktor yang dipelajari dan terbentuk dari pengalaman individu dalam berhubungan dangan individu lain. Konsep diri terbentuk dari proses umpan balik individu lain. Orang yang pertama kali dikenal adalah orang tua dan anggota keluarga lain, ini berarti individu akan menerima tanggapan (umpan balik) pertama dari keluarga. Barulah selanjutnya setelah mampu melepaskan ketergantungan ia akan berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa perkembangan pola kepribadian terdiri dari tiga faktor yang menentukan perkembangan konsep diri individu, yaitu faktor bawaan, pengalaman awal dalam  lingkungan keluarga dan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan selanjutnya (Hurlock, 2007:172). Selanjutnya Hurlock (2007:132) menerangkan bahwa pola kepribadian yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai terbantuk pada awal masa kanak-kanak. Dalam perkembangan konsep diri anak akan berkembang dengan sendirinya bersamaan dengan semakin luasnya hubungan atau interaksi sosial yang ia lakukan.

Tidak ada komentar: